Home / Internasional / Prsiden Prancis: Pembantaian Warga Armenia Oleh Ottoman adalah Genosida

Prsiden Prancis: Pembantaian Warga Armenia Oleh Ottoman adalah Genosida

FAA54A93-BEE3-4B53-BD35-4ABF5FB14D09_w640_r1_s
Presiden Armenia Serge Sarkisian, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Siprus Anastasiadis, Presiden Perancis Francois Hollande dalam upacara di Yerevan, Armenia 24 April 2015 – Foto: AP

Satu Islam, Paris – Presiden Prancis, Francois Hollande, menilai kalau pembantaian rakyat Armenia oleh pasukan Khilafah Islam Turki Utsmani atau Turki Ottman 100 tahun lalu digolongkan sebagai genosida.

Turki tidak setuju dengan pandangan ini dan dengan keras menolak jika pembantaian sistematis dan menghancurkan dengan mengeksekusi massal wanita, anak-anak dan balita ini disebut sebagai genosida. Selain enggan mengakui sebagai genosida, Turki juga enggan meminta maaf kepada bangsa Armenia.

Presiden Hollande dan pemimpin Rusia, Vladimir Putin, termasuk di antara sejumlah kepada negara yang hadir di ibu kota Armenia, Yerevan, untuk memperingati pembunuhan tersebut. Putin mengatakan dunia harus mencegah insiden semacam ini tidak akan terulang lagi.

Sebelumnya, Paus Fransiskus dalam misa peringatan seratus tahun pembantaian suku Armenia pada hari Minggu, 12 April 2015, menggambarkan pembantaian sebanyak 1,5 juta orang Armenia sebagai ‘genosida pertama abad ke-20.

Di kalangan pemangku jabatan tertinggi kepausan Vatikan, selain Paun Fransiskus, Paus Yohanes Paulus II dan Uskup Agung Gereja Apostolik Armenia, Patriarch Krekin II, adalah orang yang mengunakan istilah ‘genosida pertama abad ke-20’ dalam pernyataan tertulis bersama pada 2001.

Fransiskus, yang telah mengabaikan banyak aspek protokol sejak menjadi Paus dua tahun lalu, mengucapkan kalimat yang sama di hadapan pengunjung Vatikan, yang di antaranya terdapat delegasi Armenia.

Ini adalah pertama kalinya seorang Paus mengucapkan kepada publik kata ‘genosida’ untuk menggambarkan pembantaian.

Pada awal ritus Misa mengenang Armenia di Basilika Santo Petrus, Paus kelahiran Argentina menggambarkan kejadian itu sebagai ‘pembantaian tak masuk akal’ sejak seratus tahun lalu sebagai ‘genosida pertama abad ke-20’, yang diikuti oleh Nazisme dan Stalinisme.

“Hal ini diperlukan, dan merupakan sebuah tugas untuk menghormati kenangan akan mereka. Untuk setiap memori yang memudar, itu berarti bahwa kejahatan itu mungkin menimbulkan luka bernanah. Menyembunyikan atau menyangkal kejahatan seperti membiarkan luka tetap berdarah tanpa membalut itu!” kata Paus.

Paus mengatakan genosida berlanjut hari ini terhadap umat Kristen, “yang, karena iman mereka kepada Kristus atau asal etnis mereka, secara terbuka dan kejam dihukum mati dipenggal, disalib, dibakar hidup-hidup. Atau dipaksa untuk meninggalkan Tanah Air mereka.”

Menurut Paus Fransiskus, teroris Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS) telah menganiaya muslim Syiah, Kristen, dan lain-lain yang tidak moderat seperti Islam Sunni ketika mereka ingin mendirikan kekhalifahan di sejumlah daerah di Suriah dan Irak, yang berbatasan dengan Turki.

Fransiskus juga mendesak rekonsiliasi antara Turki dan Armenia, juga antara Armenia dan Azerbaijan, atas sengketa wilayah pegunungan Kaukasus Nagorno-Karabakh.

Pernyataan Paus Fransiskus tersebut dipublikasikan oleh kantor Presiden Armenia, Serzh Sargyan, pada hari yang sama dengan misa di Vatikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Paus Fransiskus untuk ide liturgi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, yang melambangkan solidaritas kita dengan orang-orang dari dunia Kristen,” kata Sargyan dalam pidato pada acara Vatikan, Sabtu malam.

Merespons pernyataan Paus, Turki memanggil duta besar Vatikan di Ankara. Turki, yang belum membuat pernyataan resmi pada komentar Paus Fransiskus “memanggil duta besar untuk memprotes deskripsi atas peristiwa itu sebagai ‘genosida’.”

Muslim Turki menerima kenyataan banyak orang Kristen Armenia tewas dalam bentrokan dengan tentara Ottoman sejak tahun 1915, ketika Armenia menjadi bagian dari kerajaan yang memerintah dari Istanbul. Namun mereka membantah bahwa dibantainya secara massal jutaan rakyat sipil Armenia sebagai tindakan genosida.

About Abu Nisrina

Check Also

Israel Siap Siap Bangun Rumah Sakit Khusus ISIS di Perbatasan Suriah

Satu Islam, Tel Aviv – Rezim Israel Siap Bangun Rumah Sakit Khusus ISIS di Perbatasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *