Home / Internasional / Pertengahan September Rusia Kerahkan Kapal Perangnya Ke Laut China Selatan

Pertengahan September Rusia Kerahkan Kapal Perangnya Ke Laut China Selatan

Pertengahan September Rusia Kerahkan Kapal Perangnya Ke Laut China Selatan
Kapal selam Kilo Class Rusia – Foto: Janes Defence

Satu Islam, Moskow – Rusia akan mengerahkan satu detasemen kapal militer Armada Pasifik Rusia ke Laut Cina Selatan (LCS) pada pertengahan September mendatang.

diterangkan Kepala Humas Armada Pasifik Distrik Militer Timur Rusia Kapten Kelas Dua Vladimir Matveyev mengatakan, rencananya kapal-kapal tersebut dikerahkan ke LCS untuk melaksanakan latihan militer Joint Sea 2016.

Latihan militer gabungan Joint Sea 2016 antara Rusia dan China ini akan digelar pada 11 hingga 19 September mendatang. Pada latihan gabungan tersebut, Rusia akan kerahkan kapal anti-kapal selam, kapal amfibi dan kapal tanker.

“Pada awal September mendatang, kami akan mengirim detasemen yang terdiri dari kapal antikapal selam Laksamana Tributs dan Laksamana Vinogradov, kapal amfibi Peresvet, towboat Alatau, serta kapal tanker Pechenga ke Zhanjiang, China,” tutur Matveyev seperti dikutip TASS. (Baca: Rusia: Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Keamanan Bersama)

Menurut Matveyev, latihan gabungan Joint Sea 2016 berlokasi di lepas pantai perairan kawasan LCS. Para kru kapal Rusia akan melakukan latihan seperti mengoordinasikan beragam aspek manuver gabungan, aksi anti-subversi, antikapal selam, antipesawat dan pertahanan anti-kapal. Rusia dan China pun telah menyelesaikan persiapan serangan artileri terhadap sasaran di udara dan laut.

Matveyev menambahkan bahwa latihan militer kemaritiman ini merupakan latihan gabungan kelima bagi Rusia dan China. Latihan tersebut memiliki tujuan untuk mengonsolidasi kerja sama praktis dan menangkis berbagai ancaman di wilayah perairan. Tahun lalu, latihan gabungan serupa dilaksanakan di Laut Jepang. (Baca: Amerika Terganggu Jet Bomber Rusia di Asia-Pasifik)

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin meyatakan bahwa latihan bersama militer Rusia dan China tersebut tidak bermaksud untuk merusak stabilitas kawasan. Latihan tersebut adalah bagian dari latihan bersama sesuai kesepakatan militer kedua negara.

“Saya pribadi belum mendengar. Tetapi, jika benar terjadi di LCS, maka itu tidak bertujuan untuk menimbulkan krisis. Latihan adalah untuk menguatkan kerjasama Rusia-China,” papar Galuzin dalam press briefing di kediaman pribadinya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 31 Agustus 2016.

Pria berkacamata itu menambahkan, Rusia tidak ingin mengganggu stabilitas kawasan mana pun dengan latihan militer tersebut. Galuzin mengambil contoh latihan militer antara Amerika Serikat dan Korea Selatan yang malah menimbulkan ketidakstabilan di kawasan Semenanjung Korea.

Sebagaimana diketahui, China mengklaim sebagian besar wilayah di Laut China Selatan. Klaim tersebut bertentangan dengan sejumlah negara seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

About Abu Nisrina

Check Also

Melamun, Netanyahu Tak Akan Izinkan Militer Iran Hadir Permanen di Suriah

Satu Islam, Tel Aviv – Saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Perdana Menteri Israel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *