Home / Internasional / Penembakan di Gereja Texas, 26 Tewas

Penembakan di Gereja Texas, 26 Tewas

Petugas memasang garis polisi di tempat kejadian aksi penembakan brutal di First Baptist Church, di Sutherland Springs, Texas, minggu 5 November 2017. – Foto: AP

Satu Islam, Texas – Seorang pria melakukan aksi penembakkan di First Baptist Church, sebuah gereja di Sutherland Springs, bagian utara Texas, Amerika Serikat, Minggu 5 November 2017. Aksi tersebut menyebabkan sedikitnya 26 orang tewas dan melukai 20 lainnya.

Freeman Martin, Direktur Regional Departemen Keamanan Texas, mengungkapkan pelaku adalah seorang pria berkulit putih berusia 20-an, yang menggunakan senapan otomatis dan rompi anti peluru.

Dia datang ke gereja tersebut sekitar pukul 11.20 siang waktu setempat, saat Ibadah Minggu sedang berlangsung. Dia berjalan dari pompa bensin di seberang gereja itu sambil menenteng senapan dan setelah memasuki bangunan gereja, pelaku langsung melepaskan tembakan.

Pejabat setempat mengidentifikasi sebagai Devin Kelley,  yang mantan anggota Angkatan Udara. Sebagai pelaku penembakan. Kepada AP, seorang juru bicara Angkatan Udara AS, mengungkapkan Kelley bertugas di bagian Kesiapan Logistik Pangkalan Udara Holloman, di New Mexico, mulai 2010. Namun pada 2012, dia didakwa di Pengadilan Militer atas tuduhan melakukan kekerasan terhadap pasangan dan anaknya. Kelley kemudian dipecat dari Angkatan Udara, dan dihukum penjara selama 12 bulan.

Sebelum melakukan aksinya, Kelley diketahui melampiaskan kemarahannya di media sosial. Ia mencaci sejumlah orang termasuk soal agama dan gereja. Sebelum dihapus, akun Facebook-nya menampilkan kutipan dari Mark Twain: “Saya tidak takut mati. Saya telah meninggal selama miliaran dan miliaran tahun sebelum saya lahir dan tidak mengalami ketidaknyamanan sedikit pun darinya.”

Kelley yang diketahui pernah bergabung dengan Angkatan Udara AS diyakini bertindak seorang diri. Dia mengenakan rompi antipeluru dan membawa senapan serbu jenis Ruger dalam aksinya pada Minggu 5 November 2017 waktu setempat.

Menurut Martin, polisi masih menyelidiki motif pelaku hingga melakukan aksi brutal tersebut. Namun polisi meyakini serangan itu tidak terkait dengan kelompok teroris teroganisir. Gubernur Texas, Greg Abbott, mengatakan aksi penembakan itu sebagai sebuah tragedi terburuk dalam sejarah negara ba-gian AS itu. Dia mengaku sangat bersedih dan ikut merasakan kepedihan keluarga para korban.

“Tak ada kata-kata un-tuk menggambarkan kejahatan yang kita saksikan di Sutherland Springs hari ini. Hati kita berat karena kesedihan. Semoga Tuhan menghibur orang-orang yang telah kehilangan orang yang dicintai,” ujar Abbott, dalam jumpa pers, Minggu malam waktu setempat.

Meninggal

Polisi mengatakan pelaku meninggalkan gereja setelah melakukan aksi brutalnya, namun kemudian ditemukan meninggal di dalam kendaraannya di dekat perbatasan kota. Beberapa senjata ditemukan dalam kendaraan tersebut, namun polisi belum dapat memastika apakah pelaku tewas karena bunut diri atau akibat tembakan yang dilepaskan oleh penduduk yang berhadapan dengannya setelah melakukan aksi penembakan di gereja.

Martin mengungkapkan, 23 orang tewas ditemukan di dalam gereja, dua lainnya di luar gereja dan seorang lagi meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Para korban tewas dari kalangan anak-anak hingga orang tua, berusia antara 5-72 tahun

About Abu Nisrina

Check Also

Terjerat Korupsi, 11 Pangeran Arab Tak Diperlakukan Istimewa

Satu Islam, Riyadh – Otoritas Arab Saudi menyatakan tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada 11 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *