Home / Internasional / Militer Filipina Gempur Marawi, 9 Milisi Tewas

Militer Filipina Gempur Marawi, 9 Milisi Tewas

Gambar yang diambil dari video tanpa tanggal ini memperlihatkan pemimpin kelompok ISIS cabang Asia Tenggara, Isnilon Hapilon (tengah) menggelar pertemuan dengan para milisi di lokasi yang belum diketahui. – Foto: AP

Satu Islam, Manila – Pasukan militer Filipina terus melanjutkan serangan melawan kelompok bersenjata di Marawi yang terafiliasi dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Aksi militer Kamis 10 Agustus 2017 pagi itu menewaskan setidaknya sembilan milisi.

“Para musuh itu yang tewas dalam serangan termasuk orang-orang dari pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, yang menggali terowongan di bawah masjid untuk mencoba keluar dari zona pertempuran atau mencapai danau,” kata juru bicara militer Jo-Ann Petinglay, kepada kantor berita Anadolu.

Hapilon yang menjadi buronan lembaga Amerika Serikat (AS), Biro Investigasi Federal (FBI) dan kepalanya dihargai US$ 5 juta, diduga memimpin pengepungan di Marawi yang saat ini memasuki minggu ke-12. Kelompok Hapilon yaitu Abu Sayyaf, sebelumnya menyatakan sumpah setia kepada Al-Qaeda.

Militer sebelumnya menyatakan Hapilon masih hidup dan berada di dalam zona pertempuran, meskipun laporan sebelumnya menyebut dia melarikan diri bersama dua pemimpin kelompok Maute yaitu Abdullah dan Omar Maute. Kelompok Maute sendiri telah menyatakan kesetiaan pada ISIS.

Berdasarkan Petinglay, jumlah korban tewas dari pihak Maute dan Abu Sayyaf meningkat menjadi 548 orang disebabkan karena pertempuran yang terus-menerus di Marawi. Setidaknya 122 tentara juga tewas bersama 45 warga sipil.

Para milisi atau sering menyebut dirinya sebagai pejuang, termasuk sejumlah warga asing, saat ini menyandera setidaknya 100 orang. Empat di antara sandera berhasil dibebaskan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan hukum darurat militer di seluruh Mindanao setelah kelompok Maute menyerang Marawi pada 23 Mei lalu. Saat pertempuran dimulai, militer berjanji akan mengakhirinya dalam beberapa minggu, tapi pertempuran tetap berlanjut hingga saat ini memasuki bulan ketiga. Darurat militer juga telah diperpanjang sampai akhir 2017.

Konflik bersenjata di Marawi telah menewaskan setidaknya 359.680 orang per 29 Juli. Diperkirakan 360.000 penduduk Marawi terpaksa mengungsi dengan menumpang tinggal di masyarakat atau hidup tersebar di 75 pusat evakuasi di seluruh Mindanao, termasuk lebih dari 200.000 anak-anak. Para pengungsi ini menghadapi kelangkaan sumber daya termasuk makanan, obat-obatan, dan perlengkapan sekolah.

Menargetkan

Sementara itu, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana memperkirakan militer menargetkan waktu 1-2 bulan untuk mengakhiri pengepungan di Marawi oleh militan Islam.

Janji Lorenzana ini disampaikan setelah sebulan lalu dia menjanjikan hal serupa bahwa krisis di Marawi bisa diselesaikan dalam kurun seminggu atau sebulan. “Tugas ini akan rumit, tapi (Marawi) akan dibebaskan,” kata Lorenzana.

Pertempuran di Marawi sudah berlangsung tiga bulan sejak 23 Mei lalu saat militan mengambil alih kota itu. Militan mengumumkan lahirnya khilafah Islam di wilayah Mindanao.

 

About Abu Nisrina

Check Also

Melamun, Netanyahu Tak Akan Izinkan Militer Iran Hadir Permanen di Suriah

Satu Islam, Tel Aviv – Saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Perdana Menteri Israel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *