Home / Internasional / Melihat Masjid Lokasi Hukum Pancung

Melihat Masjid Lokasi Hukum Pancung

Masjid Qisas di Arab Saudi

Satu Islam, Jeddah – Mayoritas Muslim tentu pernah mendengar sekaligus memahami istilah Qisas. Qisas adalah prinsip hukum yang mensyaratkan pembalasan setara. Contohnya, dalam kasus pembunuhan, jika seseorang membunuh korbannya hingga mati maka si pelaku harus dihukum mati pula.

Qisas diterapkan oleh negara-negara yang memberlakukan syariat Islam. Salah satunya adalah Arab Saudi. Di Arab Saudi, ada tempat khusus yang disediakan untuk pelaksanaan qisas atau eksekusi mati dengan cara memenggal kepala atau pancung.

Adalah Masjid Qisas. Masjid ini terletak di Balad Jeddah, berhadapan langsung dengan Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi. Lokasinya tepat di antara Jalan Bagdadiyah, Jalan Syeikh Al Juffali dan Jalan Madinah.

Sebagaimana diwartakan viva.co.id, pada Jumat, 11 Agustus 2017, tim Media Center Haji berkesempatan melaksanakan salat Jumat di masjid ini. Meski digunakan sebagai tempat qisas, tempat ini sama sekali tak terkesan menyeramkan.

Tak jauh berbeda dengan masjid kebanyakan, pelataran parkir masjid ini bahkan kerap digunakan anak-anak sebagai arena bermain.

Dahulu tempat ini bernama Masjid Syeikh Ibrahim Al-Juffali. Konon, nama tersebut diambil dari nama Syeikh Ibrahim, seorang warga Jeddah kaya raya yang membangun masjid itu.

Salah satu sudut Masjid Qisas di Arab Saudi yang kerap dipergunakan untuk memancung kepala para pelaku kejahatan, Jumat 11 Agustus 2017 – Foto. Viva.co.id

Ada satu sudut masjid yang menjadi lokasi eksekusi mati atau hukuman pancung. Posisinya persis di samping masjid. Luasnya tak seberapa bahkan terbilang kecil kurang lebih 25 meter persegi dan berlantai keramik.

Kabarnya, eksekusi mati di tempat tersebut biasanya dilakukan secara terbuka setelah salat Jumat. Warga sekitar bisa menyaksikan langsung seorang terpidana dipenggal hingga mati dengan leher terpisah dari tubuh. Bila ada eksekusi, warga sekitar bisa menyaksikan langsung seorang terpidana dipenggal hingga mati dengan leher terpisah dari tubuh.

“Arealnya yang dipagari itu, warga bisa lihat dari luar pagar. Eksekusi memang disyaratkan dilihat, ini sebagai pesan untuk memberikan efek jera,” kata Syamsul, mukimin yang sudah berada di Mekah sejak 15 tahun lalu.

Saat hukuman dilaksanakan, selain algojo yang telah memiliki keahlian untuk memenggal, hakim, polisi dan petugas pemadam kebakaran juga menyaksikan eksekusi. Ambulans disiagakan selama proses eksekusi.

“Setelah kepala terpenggal, lantai di sana akan langsung disiram dan dibersihkan oleh petugas pemadam kebakaran. Jadi langsung bersih lagi, kaya tidak ada apa-apa,” katanya.

Setelah itu, jenazah akan dibawa ke rumah sakit untuk disambung kembali bagian kepalanya yang terpisah. Setelah itu jenazah akan dimandikan dan disalatkan, lalu dikuburkan.

“Jenazah langsung dibersihkan dan disalatkan di masjid qisas sebelum akhirnya dimakamkan,” katanya.

 

About Abu Nisrina

Check Also

AS Janji Angkat Kaki dari Suriah Setelah Kalahkan ISIS

Satu Islam, Washington – Amerika Serikat tidak berniat tinggal di Suriah setelah mengalahkan organisasi teroris …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *