Home / Internasional / Melihat Keseharian Muslim di China Selama Ramadan

Melihat Keseharian Muslim di China Selama Ramadan

A ethnic Han woman takes pictures of a prayer service at a mosque in Shanghai, April 11 2014. Uighur is known as the second largest Muslim minorities living in China. As of 2010, there is a record of 5254 Uighurresidents living in Shanghai according to a government website, the Shanghai Ethnic and Religions. While busy surviving the fast paced city and confronting the long-existed discrimination some Han ethnic hold against them, many of the Uighur migrants still live a life strictly following the Islamic doctrines as they were in China's north west Xinjiang region, which is the home to around  10,370,400 Uighur people. REUTERS/Aly Song  (CHINA)
Umat Muslim di China sedang beribadah – Foto: Reuters

Satu Islam, Beijing – Otoritas Islam China telah menetapkan awal Ramadan 1436 H pada hari Kamis 18 Juni 2015, dan akhir Ramadan 1436 H, atau Hari Raya Idul Fitri pada Jumat 17 Juli 2015. Oleh karena itu, seluruh Muslim di China akan memulai ibadah puasa pada hari ini.

Berdasarkan jadwal imsakiyah dari Masjid Agung Niujie, Kota Beijing, yang diterima Antara menyebutkan, waktu subuh untuk hari ini adalah pukul 03.09, dan maghrib pukul 19.45 waktu setempat.

Waktu Salat Subuh dan berbuka puasa untuk setiap kota di China, berbeda satu hingga satu setengah jam dari Kota Beijing. Selama Ramadan, sekira 50 juta Muslim di China akan berpuasa, Salat Tarawih, dan melakukan tadarus di sejumlah masjid.

Muslim Indonesia yang berada di China, biasanya melakukan Salat Tarawih di masjid atau di rumah masing-masing. Khusus di Kota Beijing, sebagian dari mereka melakukan buka puasa bersama di Kedutaan Besar RI (KBRI), kemudian dilanjutkan dengan Salat Tarawih berjamaah.

Islam mulai masuk ke Negeri Tirai Bambu itu pada akhir masa Dinasti Sui atau menjelang berdirinya Dinasti Tang (Abad ke 7), yang dibawa oleh saudagar Arab Saudi yang datang melalui Bandar Kanton (Guang Dong), dan Bandar Quanzhou.

Bahkan hingga kini, masih ada warga keturunan Arab yang tinggal di Kota Quanzhou, dan banyak juga makam para ulama Islam Tionghoa keturunan Arab di kota itu.(Okezone0

About Abu Nisrina

Check Also

Israel Merudal Basis Tentara Suriah di Quneitra

Satu Islam, Damaskus – Pesawat jet tempur Israel meluncurkan serangan rudal ke basis tentara Suriah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *