Home / Internasional / Mantan Pejabat CIA Ungkap Jaringan Intelijen AS Menyebar Luas

Mantan Pejabat CIA Ungkap Jaringan Intelijen AS Menyebar Luas

McGovern
Raymond McGovern

Satu Islam, Washington – Mantan pejabat tinggi badan intelijen Amerika Serikat, CIA menyebut jaringan intelijen Washington di dunia sangat luas.

Kantor berita Russia Today 26 Mei 2015  melaporkan, Raymond McGovern, mantan pejabat CIA, mengatakan, “Dalam beberapa tahun terakhir, spektrum aktivitas badan keamanan nasional Amerika di bidang intelijen, menyebar dengan sangat luas.”

Ia menambahkan, “Masyarakat Amerika tidak mengetahui realitas dari langkah-langkah ini.”

Mantan pejabat CIA itu menegaskan, “Langkah-langkah itu melanggar privasi dan kebebasan sosial masyarakat Amerika.”

“Langkah-langkah yang dimaksud bertentangan dengan konstitusi Amerika dan harus dilawan,” pungkasnya.

Ray McGovern juga pernah mengungkapkan peran intelijen AS pada konfik di Suriah.  Dalam wawancaranya dengan Russia Today, bulan September 2013, Ray McGovern mengungkapkan elemen-elemen di CIA telah memanipulasi laporan intelijen untuk menyeret pemerintah Suriah dalam insiden serangan senjata kimia, dan memenuhi syarat bagi Washington untuk melakukan aksi militer ke Suriah.

Saat itu ia mengatakan bahwa AS sedang memukul genderang perang ke Suriah seperti yang penah dilakukan AS sebelum melakukan agresi militer ke Irak.

Bahkan, untuk mengungkap manipulasi yang dilakukan CIA, pada bulan Agustus 2013, ia membuat petisi yang berisi pernyataan bahwa bukan pemerintahan Assad yang menggunakan senjata kimia dalam peristiwa pertempuran tanggal 21 Agustus 2013. Petisi itu ia tandatangani bersama rekan-rekannya yang dikirimkan ke Presiden Barack Obama.

Dalam petisi tersebut McGovern dan rekan-rekannya menyatakan bahwa direktur CIA John Brenann yang telah melakukan penyelewengan yang serupa dengan pra-serangan ke Irak terhadap Kongres, media dan publik AS.

McGovern juga mengingatkan, satu-satunya pihak yang akan diuntungkan dengan serangan AS ke Suriah adalah Israel. “Israel akan semakin percaya diri bahwa muslim Sunni dan muslim Syiah tidak akan menghunus pedang dan senjatanya pada Israel,” ujar McGovern.

“Obama diberi laporan intelijen yang sudah diolah sedemikian rupa karena John Brennan (direktur CIA) dan James Clapper (yang bersumpah palsu) berpikir berdasarkan kepentingan untuk memuaskan Gedung Putih untuk menyatakan dengan jelas ‘inilah waktunya, kami ingin menyerang Suriah’,”  tukas McGovern.

Namun perhitungan Obama ternyata meleset karena ia tidak mendapat banyak dukungan publik dunia, bahkan dari negara sekutunya terkait opsi militernya ke Suriah.  Kongres AS sendiri kabarnya akan menentang rencana itu, karena meluasnya penolakan publik AS terhadap rencana perang AS ke Suriah.

About Abu Nisrina

Check Also

Pria California Dipenjara 16 Tahun Karena Bunuh 21 Kucing

Satu Islam, California – Seorang pria berusia 26 tahun di California dijatuhi hukuman 16 tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *