Home / Internasional / Israel Merudal Suriah

Israel Merudal Suriah

Asap mengepul dari kawasan Bandara Internasional Damaskus, Suriah, akibat serangan udara Januari lalu. Pada Kamis malam, situs di dekat bandara itu diserang Israel. – Foto: Reuters

Satu Islam, Damaskus – Jangan heran jika muncul kabar Israel merudal Suriah, sementara kelompok jihad Islam mulai dari genk teroris Islam ISIS dan Front Al-Nusra hingga kelompok oposisi moderat (sebutan Amerika Serikat bagi tentara bayarannya) telah lebih dahulu ambil bagian memorak-porandakan negara sekuler yang dahulunya rakyatnya hidup tenteram.

Baru-baru ini muncul kabar dari media independen Al-Mayadeen yang mengatakan pesawat tempur Israel merudal sebuah situs di dekat Bandara Internasional Damaskus, Suriah.  Sasaran serangannya  adalah sebuah gudang penyimpanan senjata milik kelompok perlawanan Hizbullah asal Lebanon.

Dua roket meluncur ke dekat bandar udara Damaskus pada Jumat subuh 22 September 2017. Serangan itu mengakibatkan kerusakan  tempat di mana rudal tersebut jatuh.

Berita serangan itu juga dikonfirmasi oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris. Observatorium menyebut Israel menembakkan satu rudal Patriot untuk menghancurkan target yang mereka sebut sebagai pesawat tak berawak buatan Iran yang dioperasikan Hizbullah untuk misi pengintaian di Dataran Tinggi Golan.

“Ledakan tersebut mengguncang Bandara Internasional Damaskus,” bunyi keterangan  observatorium, seperti dilansir Al Jazeera, Sabtu  23 September 2017.

Sebagaimana kebiasaannya, Pemerintah Israel  tidak memberi banyak komentar alias membisu terkait serangan atas aset-aset Hizbullah.  Namun di waktu-waktu sebelumnya Israel berulang kali beretorika siap mengambil aksi militer untuk mencegah Hizbullah memiliki senjata canggih.

Selain itu, Israel juga kerap mengungkapkan kekhawatiran atas berkembangnya pengaruh Iran, dan juga Hizbullah, di Suriah, sebagaimana pernyataan yang dilontarkan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, tiga hari sebelum meluncurkan rudalnya ke Damaskus.

“Kami akan bertindak untuk mencegah Iran membangun pangkalan militer tetap di Suriah, untuk angkatan udara, laut, dan daratnya,” kata Netanyahu, Selasa 19 September 2017.

Bulan lalu, seorang pejabat senior Israel bersumpah bahwa militer Israel akan mengebom istana Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus jika Iran terus memperluas wilayahnya di negara yang dilanda perang sipil tersebut.

Israel sempat mengatakan menyerang iringan senjata militer Suriah dan sekutunya, Hizbullah, yang didukung Iran, hampir 100 kali dalam lima tahun belakangan ini. Pada awal bulan ini tentara Suriah melaporkan serangan udara Israel di sarana militer di provinsi Hama, Suriah.

Observatorium, yang memantau perang saudara Suriah, mengatakan bahwa serangan pada awal bulan ini terjadi di sarana Pusat Kajian Ilmiah dan Penelitian, yang disebut Amerika Serikat (AS) sebagai pembuat senjata kimia Suriah.

Konflik Suriah dimulai pada bulan Maret 2011 di mana demonstran oposisi menentang pemerintah Assad. Namun, krisis politik itu berubah menjadi perang sipil penuh yang telah menewaskan ratusan ribu orang.

Selama bertahun-tahun, kekuatan oposisi telah tumbuh menjadi kuat. Di saat perang sipil pecah, kelompok radikal seperti ISIS dan Front Al-Nusra muncul menambah kekuatan oposisi moderat  dengan ikut memerangi pasukan Assad.

Pemerintahan Assad, yang didukung oleh Rusia dan Iran, telah berselisih dengan Amerika Serikat (AS), Turki , Qatar dan Arab Saudi yang telah mendukung pasukan oposisi atau pemberontak. Fase selanjutnya pasukan pemberontak beralih tempat menjadi kombatan di kelompok teroris ISIS dan di Front Al-Nusra. Demikian pula sebaliknya hingga tak jelas lagi mana pemberontak dan mana teroris.

About Abu Nisrina

Check Also

Melamun, Netanyahu Tak Akan Izinkan Militer Iran Hadir Permanen di Suriah

Satu Islam, Tel Aviv – Saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Perdana Menteri Israel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *