Home / Internasional / Israel Akui Assad Pemenang Perang Suriah: Hubungannya dengan Teroris Apa?

Israel Akui Assad Pemenang Perang Suriah: Hubungannya dengan Teroris Apa?

Satu Islam, Tel Aviv – Negara Zionis Israel mengakui Suriah sebegai pemenang dalam perang sipil sejak tahun 2011. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman kepada situs berita Israel Walla, Selasa, 3 Oktober 2017.

Lieberman mengatakan, Presiden Bashar al-Assad memenangkan perang sipil Suriah dan mendesak Amerika Serikat untuk mempertimbangkan perang ini lebih banyak saat sekutu Iran dan Hizbullah Damaskus memenangkan medan perang.

“Assad telah memenangkan pertempuran. Tiba-tiba, semua orang ingin mendekati Assad,” kata Lieberman.

Komentar Lieberman pada hari Selasa tersebut merupakan kebalikan dari prediksi Israel sejak awal. Ketika perang sipil Suriah pecah tahun 2011 para pejabat tinggi Tel Aviv memprediksi bahwa pemerintahan Assad akan kehilangan kendali atas negaranya dan pemimpin Damaskus itu akan digulingkan.

”Saya melihat antrean internasional yang panjang yang berbaris untuk merayu Assad, termasuk negara-negara Barat, termasuk (negara-negara) Sunni moderat. Tiba-tiba semua orang ingin mendekati Assad. Ini belum pernah terjadi sebelumnya karena Assad menang, semua orang antre,” katanya.

Rezim Assad memang nyaris kalah dalam perang sipil di negaranya, dimana kelompok teroris didukung oleh Israel. Nasib Bashar al Assad secara dramatis telah berubah sejak Rusia melancarkan intervensi militer untuk menopang pasukannya pada 2015 dan dia saat ini tampil di atas setelah serangkaian beberapa kemenangan serangan. Militer Moskow berdiri di pihak Damaskus bersama dua musuh bebuyutan Israel, Iran dan Hizbullah Libanon.

AS memfokuskan operasinya di Suriah untuk memerangi kelompok militan seperti ISIS namun banyak bukti-bukti dukungan Washington untuk kelompok teroris baik ISIS ataupun Front Al-Nusra. Selain AS, banyak juga bukti dukungan Israel untuk teroris Suriah. Tentara Israel misalnya, melrikan beberapa petempur yang cedera ke sebuah rumah sakit di Tel Aviv untuk diberikan perawatan. (Baca: Israel Siap Siap Bangun Rumah Sakit Khusus ISIS di Perbatasan Suriah)

Israel cemas karena pengaruh Iran yang kuat di Suriah dianggap sebagai ancaman besar. Tel Aviv sudah berupaya meyakinkan Washington dan Moskow atas kecemasannya tersebut.

Penjajah Israel sebelumnya telah meminta Bashar Assad untuk turun, tetapi para pejabatnya berusaha menghindari terlalu terlibat dalam konflik. Meskipun negara Yahudi itu secara politik menahan diri dari intervensi perang sipil Suriah secara langsung, Israel sejatinya telah mencoba untuk mempengaruhi kekuatan dunia yang terlibat dalam konflik.

Selama perang sipil Suriah berlangsung, seringa kali terjadi pesawat tempur Israel memasuki wilayah udara Israel dan menembakkan rudalnya. Tak hanya itu, kontak senjata dengan pasukan Bashar al Assad juga kerap terjadi di wilayah Dataran Tinggi Golan. (Baca: Israel Merudal Suriah)

Israel dan Suriah secara teknis berada dalam keadaan perang selama berdekade dan negara Yahudi telah terancam dengan makin besarnya pengaruh Iran di Damaskus. Keterlibatan Israel secara tidak langsung dalam perang sipil di Suriah, tujuannya mencegah Iran dan Hizbullah berada di dekat wilayah utara negara yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu.

”Kami berharap AS akan lebih aktif di arena Suriah dan Timur Tengah pada umumnya,” kata Lieberman. ”Kami dihadapkan dengan orang-orang Rusia, Iran, dan juga orang-orang Turki serta Hizbullah, dan ini bukan masalah sederhana untuk ditangani, setiap hari.”

”Amerika Serikat memiliki cukup banyak tantangan tersendiri, namun sebagai sebuah tren semakin Amerika Serikat aktif, semakin baik untuk negara Israel,” imbuh Lieberman.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa tahun lalu Israel telah melancarkan lusinan serangan pada konvoi senjata yang ditujukan pada Hizbullah.

Pesawat tempur Israel merudal sebuah situs di dekat Bandara Internasional Damaskus, Suriah.  Sasaran serangannya  adalah sebuah gudang penyimpanan senjata milik kelompok perlawanan Hizbullah asal Lebanon.

Dua roket meluncur ke dekat bandar udara Damaskus pada Jumat subuh 22 September 2017. Serangan itu mengakibatkan kerusakan  tempat di mana rudal tersebut jatuh.

Sebelumnya, Israel berang tatkala Iran menambakkan enam balistik ke basis teroris di Suriah. memperingatkan Iran agar tidak mengancam Israel dengan menembakkan rudalnya meski ke sarang teroris. (Baca: Israel Peringatkan Iran Usai Tembakkan 6 Rudal ke Suriah)

Netanyahu telah berulang kali mengatakan bahwa Iran adalah ancaman bagi negara Yahudi, Timur Tengah dan berpotensi menjadi ancaman dunia.

 

About Abu Nisrina

Check Also

Melamun, Netanyahu Tak Akan Izinkan Militer Iran Hadir Permanen di Suriah

Satu Islam, Tel Aviv – Saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Perdana Menteri Israel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *