Home / Internasional / ISIS Serang Iring-Iringan Bantuan Iran di Suriah Timur

ISIS Serang Iring-Iringan Bantuan Iran di Suriah Timur

Arsip: Warga berjalan melewati tembok dengan tanda ISIS di kota Tabqa setelah Pasukan Demokratik Suriah (SDF) merebutnya dari militan ISIS pekan ini dalam foto yang diambil tanggal 12 Mei 2017. – Foto: Reuters

Satu Islam, Damaskus – Satuan media militer, yang dikelola pemerintah Suriah mengabarkan, kelompok genk teroris Islam baru-baru ini menyerang iring-iringan bantuan Iran untuk pasukan Damaskus.

Sebelumnya, tentara Suriah berhasil merebut daerah Al-Jafra dari ISIS. Pengambilalihan daerah ini membuat pergerakan ISIS di Deir Ezzor semakin terhambat. Al-Jafra merupakan suatu daerah di pinggir Kota Deir Ezzor. Tentara Suriah berhasil menguasai Al-Jafra dengan bantuan kekuatan udara Rusia dan tentara Iran.

Serangan peluru kendali ISIS melukai satu orang dan menyebabkan kerusakan barang, kata stasiun televisi Hizbullah Lebanon, al Manar yang berafiliasi dengan media Suriah. Namun, iringan itu, yang membawa lebih dari 1.000 ton bantuan, tidak rusak, katanya.

Perebutan daerah ini menghilangkan salah satu kantong kekuasaan ISIS selama tiga tahun belakangan. Sementara, ISIS masih menguasai sebagian besar kawasan padang pasir sekitar Deir Ezzor.

Sementara itu Antara melaporkan, sebanyak 80 kendaraan militer pelacak pada Minggu dikerahkan ke perbatasan Turki-Suriah di dekat Provinsi Hatay di Turki Selatan, kata “Daily Sabah”.

Kendaraan militer tersebut, termasuk tank, yang berangkat dari Kabupaten Luleburgaz di Provinsi Kirklareli di bagian barat-laut Turki, dibawa ke Kabupaten Iskenderum di Provinsi Hatay melalui kereta.

Setelah dipindahkan dari kereta ke truk oleh personel militer, perlengkapan militer itu dibawa menuju daerah perbatasan di bawah langkah pengamanan ketat, kata Xinhua.

Pengerahan kendaraan militer tersebut adalah bagian dari penambahan baru balabantuan buat tentara yang sudah ditempatkan di sana.

Pada Sabtu larut malam, militer Turki mengirim kendaraan militer dan truk bantuan pertama ke lokasi yang sama, selain perlatan berat, kata kantor berita resmi Anadolu.

Rombongan ketiga kendaraan lapis baja akan bergerak ke kawasan Reyhanli di Provinsi Hatay, kata laporan tersebut.

Sebelumnya, Prancis mengatakan bahwa kondisi saat ini di Suriah berisiko membuat negara tersebut terpecah sehingga membuka pintu bagi terbentuknya kelompok-kelompok radikal yang baru.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, mengatakan bahwa dia akan menggelar rapat terbatas dengan anggota tetap Dewan Keamanan pada Kamis untuk mengakhiri konflik.

Le Drian berpendapat bahwa Assad tidak bisa terus berkuasa setelah jutaan warga Suriah mengungsi dari negaranya akibat perang, demikian Reuters

About Abu Nisrina

Check Also

Melamun, Netanyahu Tak Akan Izinkan Militer Iran Hadir Permanen di Suriah

Satu Islam, Tel Aviv – Saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Perdana Menteri Israel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *