Home / Internasional / Gempar! Pemerintah Qatar Akui Fasilitasi Teroris Atas Permintaan AS

Gempar! Pemerintah Qatar Akui Fasilitasi Teroris Atas Permintaan AS

Senator Amerika Serikat (AS) John McCain bersama teroris Suriah

Satu Islam, Doha – Belum lagi ketegangan antara kelompok negara-negara Teluk yang didukung Amerika Serikat dengan Qatar mereda, kini pemerintah membuka data baru yang menggemparkan: Qatar selama ini memang memfasilitasi teroris atas permintaan Amerika Serikat.

Mutlaq al-Qahtani, seorang penasihat senior bidang antiterorisme bagi Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, membeberkan rahasia yang menggemparkan: Selama ini Qatar memang memfasilitasi kelompok teroris seperti Taliban, namun itu semua dilakukan atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.

Pernyataannya yang mencengangkan dunia itu dibuat secara langsung di hadapan kantor berita Al-Jazirah (Al Jazeera) pada Minggu 11 Juni 2017.

Mutlaq al-Qahtani mengatakan bahwa pemerintah Qatar memang selama ini menerima dan memfasilitasi Taliban di negaranya, “atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.” Menurutnya, “itu adalah bagian dari kebijakan pintu terbuka pemerintah Qatar, yaitu untuk memfasilitasi pembicaraan, melakukan mediasi, dan membawa perdamaian.”

Kelompok teroris radikal seperti Taliban pernah membuka kantor politis di Qatar pada 2013, namun pemerintah Qatar belakangan menutupnya. Namun demikian, para pemimpin Taliban hingga saat ini masih berada di Doha.

Qatar belakangan ini mendapatkan tekanan luar biasa dari pemerintah Amerika Serikat, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, dan Maladewa, atas tudingan pemerintah Amerika Serikat yang menyatakan bahwa Qatar mensponsori kelompok-kelompok ekstremis, termasuk Taliban. Amerika Serikat adalah satu-satunya pemerintah yang belum memutuskan hubungan diplomatik, di antara negara-negara yang menekan Qatar.

Tudingan Amerika Serikat tersebut disampaikan oleh presiden Donald Trump, tak lama setelah konferensi tingkat tinggi antara negara-negara anggota GCC dengan Amerika Serikat dilangsungkan di Riyadh, Arab Saudi. Dalam konferensi tersebut, presiden Donald Trump menyerukan kepada negara-negara Arab untuk mengisolasi Iran dan negara-negara yang pemerintahannya mendukung aksi-aksi terorisme. Seruan Donald Trump tersebut diyakini menjadi pemicu dimulainya ketegangan antara negara-negara anggota GCC dengan Qatar.

Masyarakat dunia selama ini memang telah menduga-duga kiprah Amerika Serikat, baik secara resmi maupun tidak, dalam gejolak yang tiada henti di kawasan Timur Tengah dan Asia Besar. Mulai dari konflik Palestina, hingga merajalelanya ISIS di Suriah yang kini sedang dipadamkan oleh koalisi Suriah, Iran, Hizbullah, dan Rusia. Namun selama ini pula, tidak ada dasar kuat yang dapat dijadikan referensi. Inilah kali pertama tercatat, ada pemerintah resmi yang selama ini bernaung di bawah Amerika Serikat, yang membeberkan pengakuan terang seperti ini.

Pada kesempatan yang lain, Mutlaq al-Qahtani mengatakan, “Saya pikir ini bukan persoalan antiteror maupun persoalan pembiayaan atau dukunga pada terorisme, melainkan sebuah kampanye yang diatur untuk menekan negara saya agar mau mengubah kebijakan politik aktif luar negerinya yang mandiri.” Mutlaq menekankan, “Kebijakan (dalam upaya untuk) mendominasi dan mengendalikan (negara lain) seperti ini tidak akan berhasil.” (arsad)

*) Disadur dan disarikan dari berbagai sumber berita
1. Qatar hosted Taliban ‘at request of US government’ – Al Jazeera Networks – http://bit.ly/2rQRKYe
2. Qatar Hosted Taliban At U.S’s Request – ToloNews – http://bit.ly/2ssFvCc
3. Qatar hosted Taliban ‘at request of US government’ Qatari FM – Pakistan TV – http://bit.ly/2sdMNto
4. Qatar hosted Taliban talks ‘at request of US government’ – Raw Story – http://bit.ly/2sjcyJm

About Abu Nisrina

Check Also

Terjerat Korupsi, 11 Pangeran Arab Tak Diperlakukan Istimewa

Satu Islam, Riyadh – Otoritas Arab Saudi menyatakan tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada 11 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *