Home / Internasional / Disiksa Hingga Tewas Karena ‘Menista’ Agama

Disiksa Hingga Tewas Karena ‘Menista’ Agama

Setelah pembunuhan brutal, kampus ditutup sementara oleh aparat keamanan Pakistan – Foto: AFP

Satu Islam, Islamabad – Jangan mencoba-coba melakukan sesuatu yang menyebabkan anda dituduh menista agama di tengah-tengah masyarakat yang belum memiliki kesadaran berkonstistusi. Contoh kasus ini dialami Mashal Khan, yang tengah studi jurnalisme di Abdul Wali Khan University, i kota Mardan, Pakistan.

“Dia disiksa dengan brutal setelah ditembak dari jarak dekat … dia dipukuli dengan tongkat, batu bata dan tangan,” kata perwira polisi setempat, Niaz Saeed kepada Kantor berita AFP.

Reuters  melaporkan, Mashal disebut  telah membagikan sebuah materi yang dianggap menista agama di akun sosial media miliknya. Pemukulan terhadap Mashal diawali oleh sekitar 10 orang mahasiswa. Berteriak takbir, mereka menelanjangi massal dan memukulinya, dengan tangan kosong atau dengan kayu dan batu.

Dalam video yang bereda di internet, terlihat kerumunan massa mengelilingi Mashal yang telah menjadi mayat. Luka parah terlihat di kepalanya, kondisinya hampir telanjang. Sudah tergeletak, beberapa orang masih saja memukuli Mashal.

Selain mengakibatkan satu orang tewas, serangan itu mengakibatkan seorang lainnya mengalami cedera. Ratusan orang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Rekaman video grafis dari pembunuhan brutal itu telah menyebar di media sosial.

Polisi belum menyelidiki dua orang yang dituduh menyebarkan informasi yang dituduh menista agama.  Massa yang marah tampaknya telah bertindak atas isu belaka, demikian laporan Surat kabar Dawn.

Sedikitnya ada 10 mahasiswa yang ditahan dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis 14 April 2017. Dalam kasus kali ini, tidak disebutkan materi penistaan apa yang diunggah Mashal di internet.

Seorang pejabat di Universitas Abdul Wali Khan, yang tidak disebut namanya, mengatakan Khan tidak disukai oleh sekelompok mahasiswa karena pandangannya dianggap liberal dan sekuler.

Para pegiat HAM mengkritik Undang-undang penistaan agama, yang memungkinkan pelakunya dihukum mati dalam beberapa kasus, acapkali disalahgunakan untuk menindas kelompok minoritas.

Dan ada sejumlah kasus, orang-orang yang dituduh menista agama dihakimi dan kemudian dibunuh oleh massa yang marah.

Isu penistaan agama merupakan persoalan yang sangat sensitif di Pakistan. Penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad bisa berujung penghakiman massa.

Bukannya berupaya mencabut undang-undang penistaan agama, Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif memerintahkan pencabutan seluruh konten penistaan di internet untuk menghindari peristiwa serupa.

Reuters melaporkan, sejak 1990 ada 65 orang yang tewas dibunuh di Pakistan atas tuduhan penistaan agama. Pada 2011 lalu, Gubernur Punjab Salman Taseer dibunuh oleh pengawalnya sendiri setelah menyerukan pencabutan undang-undang penistaan agama.

 

 

About Abu Nisrina

Check Also

Melamun, Netanyahu Tak Akan Izinkan Militer Iran Hadir Permanen di Suriah

Satu Islam, Tel Aviv – Saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Perdana Menteri Israel, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *