Home / Internasional / Delegasi Houthi di Jenewa Diserang Lawan

Delegasi Houthi di Jenewa Diserang Lawan

Anggota delegasi Ansarullah (Houthi)
Anggota delegasi Ansarullah (Houthi)

Satu Islam, Jenewa – Anggota delegasi Ansarullah (Houthi) Hamzah al-Houthi mendapat serangan fisik dari sejumlah anggota delegasi faksi pendukung disintegrasi Yaman selatan di ruang konferensi pers di Jenewa, Swiss, Kamis 18 Juni 2015.

Reporter IRNA dari Jenewa melaporkan bahwa ketika Hamzah sedang berbicara mengenai serangan udara dan kejahatan Arab Saudi diYaman, materi yang diungkapkan Hamzah rupanya membuat pihak-pihak yang bersekutu dengan Saudi marah sehingga dua orang anggota kelompok penuntut pemisahan Yaman selatan tiba-tiba melakukan serangan fisik dan melontarkan caci maki terhadap Hamzah.

Kelompok itu memegang bendera Yaman selatan serta membuat keributan dengan memanas-manasi orang-orang Yaman lain yang ada dalam ruangan supaya turut mencaci maki Ansarullah.

Naifnya, pihak penyelenggara konferensi pers tampak tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan keributan itu, namun sekelompok peserta konferensi berusaha menggiring salah satu pelaku serangan keluar dari ruangan.

Sebelum kejadian ini, delegasi Ansarullah juga mendapat perlakuan tak nyaman saat akan mendatangi ruang konferensi pers di kantor HAM PBB. Wartawan sudah dua jam menunggu delegasi Ansarullah, namun tiba-tiba diumumkan bahwa delegasi ini tak dapat memasuki kantor PBB di Jenewa karena problema administrasi.

Seorang narasumber asal Lebanon mengatakan bahwa perwakilan PBB di Yaman berada di balik semua gangguan yang menimpa Ansarullah tersebut, sebab sebelum itu dia telah mengirim utusan untuk menemui Hamzah sehingga Hamzah terlambat datang satu jam ke kantor PBB.

“Tujuan mereka melakukan tindakan ini ialah meluruhkan antusias wartawan untuk mewancari Hamzah dan supaya wartawan meninggalkan konferensi pers Hamzah. Setelah itupun, dia juga mendapat berbagai kesulitan lain ketika mendatangi gedung yang dimaksud,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Pada puncaknya, setelah dia berhasil memasuki ruangan, dia hanya mendapatkan waktu beberapa menit saja berbicara, sementara sebagian besar wartawan sudah meninggalkan ruangan karena mereka beranggapan Hamzah tak jadi melakukan konferensi pers.”

Berbagai faksi yang bertikai di Yaman berkumpul di Jenewa sejak Senin lalu 15 Juni 2015 untuk membahas penyelesaian krisis Yaman dengan prakarsa PBB, namun perundingan mereka masih membentur jalan buntu karena semua faksi tetap bersikukuh pada pendirian masing-masing.

Di Yaman sendiri pertempuran terus berlanjut. Alalam Kamis kemarin melaporkan tentara Yaman dan pasukan komite rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah berhasil menguasai posisi militer Saudi di kota Najran di bagian selatan Saudi serta merebut kamp militer al-Labanat milik al-Qaeda di provinsi Jawf, Yaman, dan menyita sejumlah besar senjata dan perlengkapan perang yang ada di dalamnya, termasuk tank, mobil serta senjata-senjata ringan dan sedang yang dipastikan berasal dari Saudi.

Di Sanaa, ibu kota Yaman, sebagaimana dilaporkan Reuters, bom mobil meledak dan membunuh serta melukai sedikitnya 50 orang di dekat beberapa masjid dan markas milisi Houthi Rabu sore 17 Juni 2015. Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Laporan lain dari al-Nashra mengutip pernyataan sumber-sumber Yaman bahwa di hari pertama bulan suci Ramadhan, berlanjutnya serangan udara Saudi ke Yaman telah membunuh 23 orang di Lahij. Para korban adalah keluarga-keluarga pengungsi asal Aden yang menumpang bus di Lahij. (Liputan Islam)

About Abu Nisrina

Check Also

Pria California Dipenjara 16 Tahun Karena Bunuh 21 Kucing

Satu Islam, California – Seorang pria berusia 26 tahun di California dijatuhi hukuman 16 tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *