Home / Internasional / Canary Mission : Situs Anti Islam yang Menargetkan Mahasiswa Pro-Palestina di Amerika

Canary Mission : Situs Anti Islam yang Menargetkan Mahasiswa Pro-Palestina di Amerika

Website "Anti-Islam" bayangan bernama Canary Mission (Dok : Sputnik)
Website “Anti-Islam” bayangan bernama Canary Mission (Dok : Sputnik)

Satu Islam, Washington – Sebuah kelompok rahasia yang menyebut dirinya “Canary Mission” meluncurkan situs untuk mengidentifikasi aktivis pro-Palestina yang ada di kampus-kampus di Amerika dalam upaya untuk mencegah orang-orang tersebut untuk mendapatkan pekerjaan.

Sejak diluncurkan pada pertengahan Mei lalu, situs ini telah menyusun profil-profil lebih dari 50 siswa, lulusan baru, dan anggota fakultas yang  berlabel “anti-kebebasan, anti-Amerika, dan anti-Semit.”

“Ini adalah tugas Anda untuk memastikan bahwa orang-orang radikal saat ini dijamin tidak akan mendapatkan pekerjaan di kemudian hari,” ucap seorang narator perempuan dalam sebuah video peringatan yang diposting ke situs rasis menerbitkan nama-nama, foto, pekerjaan, dan kadang-kadang universitas dan jurusan.

Canary Mission mengatakan bahwa mereka menciptakan situs ini atas dasar kepedulian akan kebangkitan kejahatan atas kebencian anti-Semit di kampus-kampus, dan aksi Boikot berbahaya oleh gerakan Divestasi dan Sanksi atau yang populer disingkat BDS.

Gerakan BDS mendorong organisasi dan lembaga untuk memboikot dan divestasi atas Israel sampai “hak-hak dasar warga negara Arab-Palestina oleh Israel diakui. Pendiri gerakan BDS, Omar Barghouti adalah di antara mereka yang terdaftar di situs Canary Mission.

Tapi sebagian besar orang yang dimuat profilnya di Canary Mission adalah mahasiswa baru atau lulusan baru, termasuk produser film dan aktivis anti-Islamofobia, Rebecca Pierce, yang berkuliah  University of California, Santa Cruz.

Dia dituduh oleh Canary Mission menggunakan taktik McCarthyist dan menyebarkan isu-isu rasisme secara terbuka.

“Website ini penuh dengan stereotip rasis tentang pergerakan kami, dan kami sengaja mencoba untuk mengikat gerakan mahasiswa anti kekerasan yang beragam berbasis anti-Semitisme dan teror,” kata Pierce dalam sebuah email kepada laman The Guardian.

“Saya khawatir terhadap masa depan para pekerja yang secara potensial melihat ini dan mendapatkan ide yang salah, namun saya berdiri di belakang pergerakan ini dan tidak akan membiarkan ekstrimis rasis untuk mengintimidasi saya.”

Daniel Pipes, Presiden Forum Timur Tengah, membela keberadaan Canary Mission sebagai pemaksaan terhadap orang-orang untuk memahami keseriusan prinsip politik mereka. Demikian dikutip dari laman sputnik.

“Mendokumentasikan ecara faktual yang melawan seseorang dan membuat informasi ini tersedia adalah usaha yang wajar,” tulis Pipes di pesan berantai email.

“Mengumpulkan informasi tentang siswa yang memiliki nilai tertentu karena disinyalir bahwa mereka menyerang Israel adalah perkara yang serius, bukan sekedar beberapa permainan ngawur, dan bahwa tindakan mereka dapat merusak Israel bahkan juga karir masa depan mereka.”

Masih belum jelas siapa yang berada di belakang Canary Mission ini; kelompok kanan, kelompok-kelompok pro-Israel yang berfokus pada kampus telah membantah memiliki hubungan dengan kelompok. (Sputnik/The Guardian)

About Sarah

Lifetime learner, wanderlust, lover

Check Also

Mengenang Kegagalan Operasi Militer Amerika di Iran, 24 April 1980

Satu Islam, Teheran – Pada 24 April 1980, sebuah operasi militer Amerika Serikat untuk menyelamatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *