oleh

Inilah Pernyataan Sikap PBNU Soal Penindasan Muslim Rohingya

inilah-pernyataan-sikap-pbnu-soal-penindasan-muslim-rohingya
Anak-anak Muslim Rohingya bertahan di Desa U Shey Kya, Maungdaw, Rakhine. Foto diambil pada 27 Oktober 2016 – Foto: Reuters

Satu Islam, Jakarta – Myanmar yang saat ini diperintah faksi politik yang dipimpin pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, menuai kritik keras terkait pelanggaran HAM militer terhadap komunitas Muslim Rohingya di Rakhine.

Myanmar bukannya mengakui dan menindak pihak yang bertanggung jawab, tap justru mencari “kambing hitam” atau pihak lain yang disalahkan. Faksi Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) yang dipimpin Suu Kyi sudah enam bulan memerintah Myanmar usai menang pemilu. Namun, kemampuan pemerintah Suu Kyi untuk mengontrol tentara masih diragukan.

Pemerintah Myanmar telah menuduh aktivis melebih-lebihkan skala kekerasan di Rakhine. Human Rights Watch (HRW) tidak luput dari tuduhan Suu Kyi. Pemimpin wanita itu menyebut apa yang dilakukan aktivis bagian dari ‘konspirasi’ untuk merusak citra Myanmar.

“Alih-alih menanggapi dengan tuduhan tindakan militer dan penolakan (kekerasan terhadap komunitas Rohingya), pemerintah harusnya cukup melihat fakta-fakta dan mengambil tindakan untuk melindungi semua orang di Burma (Myanmar), apa pun agama atau etnis mereka,” ujar Adams, seperti dikutip Deutsche Welle.

Kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap muslim Rohingya dinilai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai tragedi kemanusiaan. PBNU mengeluarkan sikap atas kekerasan terhadap muslim Rohingya.

Berikut pernyataan sikap PBNU atas penindasan muslim Rohingya yang dikutip dari NU Online:

السَّــــــــــــلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

مِنْ أَجْلِ ذٰلِكَ كَتَبْنَا عَلىٰ بَنِي إِسْرَائِيْلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

)المائدة: 32) 

Tragedi kemanusiaan kembali dialami saudara-saudara Muslim Rohingya di Myanmar. Muslim Rohingya makin terjepit dengan kebijakan pemerintah Myanmar. Di beberapa titik di negara bagian Rakhine, aksi militer Myanmar menyebabkan korban berjatuhan. Apapun yang melatarbelakangi peristiwa berdarah tersebut, militer tidak dibenarkan menyerang sipil dan menciderai hak-hak dasar Muslim Rohingya.

Menyaksikan dan mencermati represi yang dilakukan oleh militer Myanmar kepada Muslim Rohingya di sebelah utara negara bagian Rakhine, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menegaskan:

  1. Mengecam segala tindakan kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Bahwa segala bentuk tindakan kekerasan adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan.
  1. Islam mengutuk kekerasan. Bahkan tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara seiman yang berada di Myanmar.
  1. Mengajak seluruh kepala negara dan pemimpin negara di dunia untuk pro-aktif melawan segala bentuk kekerasan. Represi adalah musuh bersama dan harus dilawan sekuat tenaga guna menciptakan upaya perdamaian dan harmoni.
  1. Mengajak seluruh umat sedunia untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan untuk menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.
  1. Nahdlatul Ulama (NU) mendesak pihak-pihak terkait, terutama kepada komunitas Internasional dan PBB untuk segera mengambil langkah nyata dalam peristiwa kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang terjadi di Myanmar.
  1. Mendesak ASEAN untuk mengambil sikap dan langkah konkrit, khusunya pada pemerintah Myanmar agar segera mengakui status kwarganegaraan Muslim Rohingnya.
  1. Mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah diplomasi bagi terwujudnya penghormatan atas hak azasi manusia di Myanmar.

Demikian, semoga Allah SWT senantiasa meridloi kita semua.

Jakarta, 21 Nopember 2016/21 Shafar 1438

حَسْبُنَااللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

وَاللهُ الْمُوَفِّقُ إِلَى أَقْوَمِ الطَّرِيْقُ

وَالسَّــــــــــــلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

DR. KH. Ma’ruf Amin
Rais Aam

KH. Yahya C Staquf
Katib Aam

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj
Ketua Umum

DR. H. A. Helmy Faishal Zaini
Sekjen

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed