oleh

Inggris Belum Menerima Kenyataan Assad Gagal Digulingkan

Hasil gambar untuk inggris suriah

Pemerintah Inggris mengakui bahwa Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad tidak mungkin digulingkan dalam waktu dekat. London yang tak siap menerima kenyataan itu menyalahkan Rusia yang berjasa memenangkan rezim Suriah dalam perang sipil.

“Dengan menyesal, kami pikir dia (Assad) akan berada di sana untuk sementara waktu dan itu karena dukungan dia dapatkan dari Rusia,” Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dalam membuat komentar jujur ​​kepada Sky News, hari Kamis, selama perjalanan tiga hari ke Asia.

Baca juga Israel Akui Assad Pemenang Perang Suriah: Hubungannya dengan Teroris Apa?

Dia menegaskan sikap Inggris selama beberapa tahun terakhir yakni ingin presiden Assad lengser dari jabatannya. Namun, gagalnya penggulingan pemimpin rezim Damaskus itu membuat London belum siap untuk menerima kenyataan.

“Posisi lama Inggris adalah bahwa kita tidak akan memiliki perdamaian abadi di Suriah dengan rezim itu,” kata Hunt, merujuk pada pemerintah Assad di Damaskus.

London selama ini tidak pernah berbasa-basi ketika berbicara tentang pemimpin Suriah. Pendahulu Hunt, Boris Johnson, pernah menyebut presiden Assad sebagai “monster”.

“Rusia mungkin berpikir bahwa itu memperoleh pengaruh. Apa yang akan kita katakan kepada mereka adalah ya dan Anda juga mendapatkan tanggung jawab,” lanjut Hunt.

“Jika Anda akan terlibat di Suriah maka Anda perlu memastikan bahwa benar-benar ada perdamaian di Suriah. Dan itu berarti memastikan bahwa Presiden Assad tidak menggunakan senjata kimia pada rakyatnya sendiri,” imbuh dia.

Sementara itu, mantan kepala staf pertahanan Inggris Jenderal Lord David Richards mengatakan dia enggan mendukung sikap Hunt.

“Saya bukan pembela Rusia atau rezim Assad, tetapi sebenarnya ini telah menatap kami selama beberapa tahun sekarang, dan saya pikir inilah saatnya untuk membalik halaman dan menerima kenyataan. Strategi kami—jika itu adalah kata yang tepat—gagal total dan Rusia dengan Iran telah berhasil,” katanya kepada Sky News.

“Kami memang menawarkan strategi militer yang koheren—strategi militer harus merupakan sintesis tindakan militer dengan aksi politik—dan tentu saja itu sebabnya Rusia berhasil, sedangkan kita belum,” ujarnya. (sindo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed