oleh

Indonesia Kecam Keras Penghancuran Rumah Warga Palestina oleh Israel

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman atas penghancuran rumah warga Palestina di wilayah Sur Bahir oleh Israel. Indonesia menegaskan tindakan itu melanggar hukum internasional.

“Indonesia mendesak agar tindakan penghancuran dapat segera dihentikan. Tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan berbagai resolusi DK PBB,” kata Kementerian Luar Negeri Indonesia.

“Pembangunan pemukiman ilegal oleh Israel dan pembangunan terowongan menuju Al-Haram al-Sharif merupakan aneksasi de facto dan membahayakan proses perdamaian,” sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari laman resmi mereka pada Kamis (25/7).

Sementara itu, sebelumnya Indonesia, Kuwait dan Afrika Selatan mengajukan rancangan pernyataan yang mendesak DK PBB bertindak membela hak-hak warga Palestina. Rancangan itu sudah diedarkan kepada DK PBB yang beranggotakan 15 negara pada hari Selasa. Namun, Washington yang merupakan sekutu Zionis memblokirnya.

Baca: Dengan Teknologi Pengenalan Wajah, Israel Diam-diam Lacak Warga Palestina

Rancangan pernyataan untuk DK PBB yang disusun Kuwait, Indonesia dan Afrika Selatan terdiri dari lima paragraf. Rancangan pernyataan itu berisi keprihatinan serius. “Memperingatkan bahwa penghancuran itu merusak kelangsungan solusi dua negara dan prospek untuk perdamaian yang adil dan abadi,” bunyi rancangan pernyataan tersebut.

Menurut para diplomat PBB, rancangan pernyataan seperti itu harus disepakati melalui konsensus, dan pada hari Rabu waktu New York, AS mengatakan kepada para anggota DK PBB bahwa mereka tidak dapat mendukung rancangan teks itu.

Draf tiga paragraf telah direvisi dan diedarkan lagi. Namun, AS kembali mengatakan tidak setuju dengan teks tersebut. (SINDO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed