Home / Humaniora / Renungan / Islam, Satu-satunya Agama yang Memiliki Aturan Tentang Kucing

Islam, Satu-satunya Agama yang Memiliki Aturan Tentang Kucing

empat-kucingSatu Islam – Di antara binatang yang mendapat perhatian khusus dalam kehidupan Nabi Muhammad adalah kucing. Oleh sebab itu, tak heran jika dalam agama Islam, ada aturan-aturan tertentu tentang kucing, kaitannya dengan hukum-hukum agama.

Sebaliknya, dalam berbagai kebudayaan, kucing sering dianggap sebagai hewan mistis, baik itu berkonotasi baik atau buruk. Mitologi tentang kucing cenderung berlebihan. Misalnya, kebudayaan Mesir menganggapnya makhluk yang punya 9 nyawa sehingga mereka mendewakannya. Sebaliknya, di Afrika, kucing dianggap sebagai pembawa bencana.

Namun, Islam sebagai agama yang rasional menempatkan kucing sebagai lazimnya makhluk Allah. Nabi Muhammad sendiri memelihara seekor kucing yang diberi nama Muiza. Cerita terkenal tentang Muiza ini adalah suatu saat, kala hendak mengambil jubahnya, Nabi melihat Muiza sedang terlelap tidur di atas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Muiza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muiza terbangun dan merunduk sujud kepadanya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada pengikutnya, umat Islam, Nabi menetapkan beberapa hukum seputar kucing, antara lain:

1. Kucing tak boleh disembelih untuk dimakan dan dijualbelikan

Diriwayatkan dari Jabir bahwa Nabi saw bersabda, “Rasulullah melarang memakan kucing dan makan dari harga (jualnya) (HR. Tirmidzi).

Juga dikisahkan bahwa Abu Zubair pernah bertanya pada Jabir tentang harga anjing dan kucing. Jabir berkata, “rasulullah tak mengijinkannya.” (Muslim)

2. Air liur kucing suci

Nabi menekankan di beberapa hadits bahwa air liur kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

“Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

3. Umat Islam dapat bergaul dengan kucing dan Nabi melarang keras menyakitinya

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR. Bukhari).

About Abu Nisrina

Check Also

Tahukah Anda, Hewan ini Beri Kesaksian Kenabian Muhammad saw

Satu Islam – Rasulullah SAW merupakan seorang Nabi dan Rasul yang menjadi rahmat bagi semesta …