Home / Humaniora / Mozaik Nusantara / Tradisi Buka Luwur di Makam Sunan Kudus Peringati 10 Muharam

Tradisi Buka Luwur di Makam Sunan Kudus Peringati 10 Muharam

Satu Islam, Kudus – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi masyarakat Kabupaten Kudus dan sekitarnya yang antusias mengikuti tradisi buka luwur untuk memperingati 10 Muharam di Makam Sunan Kudus, Sabtu, 30 September 2017.

“Tradisinya juga masih berjalan serta kehidupan religiusnya juga terjaga dengan baik,” ujar Gubernur Ganjar seusai mengikuti ritual buka luwur di Makam Sunan Kudus, Jateng, Sabtu 30 September 2017.

Ia juga mengapresiasi peran semua pihak dalam merawat sebuah peninggalan yang memiliki relasi spiritual. “Kami menganggap ini merupakan kehebatan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Tradisi buka luwur yaitu ritual membuka kain/kelambu penutup makam yang dilaksanakan setiap tahun. Tradisi buka luwur yang diselenggarakan setiap Hari Asyura atau 10 Muharam itu merupakan ritual keagamaan untuk menandai penggantian kelambu di Makam Sunan Kudus.

Tradsi ini tidak pernah sepi dari kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Mereka memadati kompleks Makam Sunan Kudus guna memperebutkan nasi uyah asem (jawa) dan nasi jangkrik goreng.

Tak heran, hampir sebagian besar warga  yang hadir rela antre di acara buka luwur untuk mendapatkan nasi uyah asem. Meskipun harus berdesak-desakan, mereka tidak mempermasalahkan, karena kondisinya setiap tahun seperti itu.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan menjelaskan, masakan yang diolah yang disebut berkat atau hidangan buka luwur yaitu masakan uyah asem dan jangkrik goreng. Panitia menyediakan sebanyak 30.465 bungkus, sedangkan nasi yang dikemas dengan keranjang sebanyak 2.278 bungkus.

Daging dan nasi yang dibagikan tersebut, kata dia, berasal dari masyarakat yang berinisiatif sendiri memberikan bantuan. Selain mendapatkan bantuan uang, panitia buka luwur juga mendapatkan bantuan berupa beras, kerbau, dan kambing serta bumbu-bumbuan.

Beras yang diterima sebanyak 11,5 ton, kerbau 12 ekor dan kambing sebanyak 82 ekor. Jumlah sukarelawan yang dilibatkan untuk memasak, kata dia, mencapai 1.041 orang.

Penamaan tradisi  buka luwur dan buka khaul karena kegiatan tersebut bukan untuk memeringati wafatnya Sunan Kudus, melainkan untuk mengenang jasa dan keteladanan Sunan Kudus sebagai tokoh pendiri Kudus yang menyebarkan Islam.

About Abu Nisrina

Check Also

Tanggal 1 Suro, Langkah Politik Sultan Agung Satukan Jawa dan Islam

Satu Islam, Jakarta – Masyarakat Jawa dan umat Islam tengah meyambut datangnya permulaan tahun baru. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *