Home / Humaniora / Kisah Sri Sultan Jadi Rebutan Lansia

Kisah Sri Sultan Jadi Rebutan Lansia

lansia_bersama--Sri-Sultan
Puluhan lansia berebut foto bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di bangsal Kepatihan – Foto: Tribun Jogja

Satu Islam, Yogyakarta – Menjabat sebagai sultan atau raja sekaligus gubernur di daerah Istiewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X,  dianggap masyarakat DIY Yogyakarta dan sekitarnya sebagai pribadi yang bijak dan rendah hati. Sultan tak segan menyapa dan menyalami rakyatya, tak terkeculi kalangan lanjut usia.

Hal ini sebagaimana direkam oleh Tribun Jogja, Selasa, 30 September 2014. Media milik Kompas Group ini mengisahkan kalangan lansia yang bertemu dengan Sri Sultan.

Dituliskan oleh Tribun Jogja, lanjut usia sering diidentikkan sebagai kaum yang lemah. Tapi anggapan itu tak sepenuhnya benar. Senin 29 September 2015 siang, puluhan lansia berjalan tergopoh-gopoh menuju Bangsal Kepatihan, tepat di depan Kantor Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Seorang di antaranya berteriak mengajak puluhan lansia lainnya bergegas menuju bangsal. Sesaat, kehadiran mereka siang itu dikira ingin menggelar aksi demo. Tak disangka, puluhan lansia tersebut ternyata ingin foto bareng Sri Sultan HB X.

Keluar dari pintu utama kantornya di Gedhong Wilis, Sultan langsung disambut ibu-ibu lansia itu. Beberapa lansia yang masih berjalan di halaman pun kian bergegas. Satu-per satu mereka giliran berjabat tangan dengan Gubernur yang juga bertahta sebagai Raja Keraton Kasultanan Yogyakarta itu. Sesaat setelahnya, mereka sudah berjajar di sekeliling Sultan untuk berfoto bersama.

Ibu lansia yang tadinya berteriak, terlihat menggandeng erat lengan Sri Sultan. Ericca Nainggolan (60), demikian namanya. Ia seolah tak ingin jauh-jauh dari Sri Sultan. Aksinya itupun diikuti ibu-ibu lansia lain yang baru datang.

Semua berebut ingin berfoto kembali dengan Sri Sultan. Mereka berdesak-desakan mengelilingi Sultan. Sementara Sri Sultan hanya tersenyum kecut melihat tingkah puluhan lansia yang tengah mengikuti kegiatan Jambore Lansia Nasional itu.

Lepas dari gandengan ibu-ibu lansia, giliran Sri Sultan bergegas memasuki kantornya kembali. Sontak, beberapa lansia itu mengejarnya hingga pintu utama Gedhong Wilis. Sampai akhirnya, terpaksa dihalangi para ajudan Gubernur.

Ericca mengaku, ia dan rombongannya jauh-jauh datang dari Wonosobo, sejak awal berniat ingin bertemu Sri Sultan. Namun, kehadiran mereka ternyata disambut oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam 9 di Bangsal Wiyotoprojo. Seusai acara bersama Wagub, Ericca dan rombongannya meminta izin untuk bertemu Gubernur ketika ia hendak meninggalkan kantornya. “Pokoknya bangga (bisa foto bersama Sultan, Red),” kata Ericca.

Ia dan puluhan ibu-ibu lansia lainnya bahkan sudah membeli busana batik baru khusus untuk menemui Sri Sultan. “Kami sudah beli baju baru, batik,” ujar Ericca dibenarkan oleh beberapa lansia. “Betul-betul,” timpal ibu-ibu lansia lainnya.

Para lansia yang tergabung dalam Paguyuban Wredatama Republik Indonesia (PWRI) sangat terkesan dengan sosok Sultan. Karenanya, mereka bersikeras untuk bertemu langsung meski sebentar. Bagi Ericca, Sri Sultan adalah sosok pemimpin yang rendah hati.

“Rendah hati betulan, bukan pencitraan,” ucap wanita asal Jakarta itu. Ia bahkan kembali mendesak Sri Sultan agar berkenan menjadi Presiden RI. Persis seperti wacana yang sempat muncul saat pertarungan pemilihan presiden beberapa bulan lalu. “Kami ingin Sri Sultan jadi presiden,” ucapnya. “Betul-betul,” lagi-lagi disambut puluhan lansia lainnya.

Setelah rombongan lansia meninggalkan lokasi, barulah Sri Sultan keluar meninggalkan kantor. Sambil berjalan, ia memperagakan kembali saat kedua tanggannya ditarik-tarik oleh para lansia. Ia pun tersenyum mengingat kejadian siang itu. “Ora popo,” senyumnya.

About Abu Nisrina

Check Also

In Memoriam, Riyanto Si Martir Penyelamat Bom Natal

Satu Islam – Kisah pengorbanan Riyanto, anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) dari Mojokerto saat ditugaskan …