Home / Humaniora / Generasi Muda Kehilangan Romantisme

Generasi Muda Kehilangan Romantisme

aula-undanaSatu Islam, Kupang – Memperingati  hari meninggalnya penyair Chairil Anwar, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Undana menggelar kegiatan kreatif dan menulis puisi satu jam dengan tema ‘Aku Ingin Menulis Seribu Puisi Lagi’. Kegiatan itu dilaksanakan di aula BAAK Lama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Selasa 28 April 2015.

Penanggung jawab kegiatan yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Marsel Robot ketika membuka kegiatan tersebut menyatakan, kehadiran mahasiswa pada kegiatan tersebut untuk mengenang dan melakukan kontemplasi agar bisa membuat karyakarya yang bagus. “Kalau Chairil Anwar dalam puisinya ‘Ingin Hidup Seribu Tahun Lagi’ dan tema kegiatan ini ‘Aku Ingin Menulis Seribu Puisi Lagi’, maka saya ingin ada seribu Chairil Anwar dari PBSI Undana,” ujar Marsel.

Marsel menjelaskan, generasi sekarang kehilangan era romantiknya, bahkan kehilangan nafsu kecintaan terhadap orang yang dikasihinya. Sebab, bahasa sudah disandingkan dengan teknologi modern, seperti internet dan telepon seluler. “Kalau dulu orang menulis surat cinta begitu indah, saat itu dia ingin menjadi penyair yang sesungguhnya.

Dia berusaha mencurahkan segala pikiran dan perasaan melalui surat itu. Sekarang tidak, mereka menggunakan SMS, menggunakan telepon, jadi ada bagian, sisi-sisi romantis yang hilang, ada yang pergi dengan tergerusnya peradaban kita oleh teknologi-teknologi,” terangnya. Ketika ini terjadi, katanya, bahasa tidak lagi menjadi ungkapan perasaan dan pikiran secara indah, melainkan
menjadi ringkasan dari sebuah instanitas.

Merangsang Mahasiswa Kegiatan tersebut, selain untuk memperingati Hari Chairil Anwar, juga untuk merangsang mahasiswa agar merenung dari rutinitas dan masuk dalam ruang ritual untuk mencoba mengkontemplasikan apa yang dialami dan memaknainya. “Ini mencoba untuk mengembalikan secuil romantisme yang pergi,” tandasnya.

Ketua panitia kegiatan Gerardus Nahak dalam laporannya mengatakan, Chairil Anwar adalah sastarawan besar Indonesia, tetapi meninggal di usia muda, 27 tahun. Meski sudah meninggal, melalui puisi ‘Aku’, Chairil Anwar sampai sekarang masih tetap hidup. Ketua HMJ PBSI Undana  Soni Udju Edo mengatakan, seiring meninggalnya Chairil, karya-karyanya juga seolah tenggelam. Namun, dengan kegiatan tersebut mahasiswa PBSI ‘menghidupkan’ kembali Chairil Anwar.

Ketua BEM FKIP Undana Yoel Umbu Riti menyatakan, mahasiswa dikenal sebagai orang yang punya idealisme tinggi. Mahasiswa juga dikenal sebagai agen dan pembuat perubahan. Namun, saat ini mahasiswa kehilangan banyak hal. Untuk itu, peran mahasiswa perlu direvitalisasi guna mengatasi krisis yang dialami mahasiswa.

Yoel mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa PBSI Undana tersebut. “Ini kegiatan yang bagus untuk mencontoh semangat dan kreativitas Chairil Anwar. Ini bukti bahwa mahasiswa masih ada dan membuat kegiatan kreatif,” katanya. Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga dapat menepis anggapan negatif bahwa mahasiswa tidak punya kreativitas.

About Abu Nisrina

Check Also

Kegigihan Bocah SD Jualan Jajanan Sampai Tertidur di Trotoar

Satu Islam, Jakarta – Bocah SD itu terlihat lelap tidur sambil duduk di pinggir trotoar. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *