oleh

HMI : Yang Terjadi di Palestina Merupakan Tragedi Kemanusiaan

10473125_737898356256686_5043712153516692750_nSatu Islam, Jakarta – Persoalan Palestina bukanlah masalah agama, bukan pula konflik dua negara ataupun ras. Apa yang terjadi di Palestina saat ini merupakan tragedi kemanusiaan.

Hal itu disampiakan aktifis HMI, Rahmat, dalam orasinya saat aksi demo mengutuk tindakan brutal Israel terhadap warga Gaza Kamis, 10 Juli 2014 di Bundaran HI Jakarta.

Seminggu belakangan ini warga Gaza dibombardir Israel. Aksi brutal itu telah  menewaskan 103 warga sipil Palestina di Jalur Gaza dan melukai ratusan orang.

“Saat ini kita sedang berpuasa, tetapi puasa tidak membuat kita melemah, kita tetap akan memperjuangkan Palestina! Hidup palestina!,”tegas Rahmat diiringi yel yel peserta demo.

Di era informasi ini kekejaman entitas zionis Israel atas warga Gaza dengan cepat diketahui publik dunia. Sebagian besar media masa melaporkan perkembangan terbaru atas penderitaan warga Gaza di bulan Ramdhan ini.

Bahkan aksi kejam Israel dengan mudah diketahui melalui gambar, video ataupun broadcast messenger dengan cepat yang diakses melalui gadget. Belum lagi konten yang disediakan media sosial memudahkan pemilik akun menyebarkan aksi brutal itu.

Rahmat menegaskan, kekejaman para zionis yang membantai manusia layaknya membantai hewan. Aturan perang yang dilarang membunuh wanita dan anak-anak tak lagi diindahkan. Hal itu sebagai bukti bahwa zionis Israel tidak memiliki rasa kemanusiaan.

“Kita lihat para wanita-wanita dilecehkan dan dibunuh, anak-anak kecil dibantai dan bahkan bayi-bayi mungil ditodong oleh senjata. Bisa dibayangkan seorang anak kecil yang masih berlari-lari untuk bermain ditodong senjata, dimana akal sehatnya? Bukankah seharusnya tahu bahwa anak kecil itu tidak tahu atas apa yang akan terjadi jika pistol itu diluncurkan pelurunya?” Ujar Rahmat mempertanyakan.

Seorang aktifis wanita HMI yang ikut berorasi, menyerukan kepada umat Islam menguatkan kepeduliannya antas nasib bangsa Palestina yang dalam cengkeraman Israel. Akibat penjajahan itu banyak warga Palestina yang telah kehilangan anggota keluarganya.

“Bayangkan ketika keluarga anda dibantai di depan mata kepala anda sendiri, apa yang anda rasakan? Mungkin kita bisa bernafas dengan tenang, tapi mereka warga Palestina tak bisa bernafas dengan tenang,” ujar aktifis anonymous itu.

Ia mengingatkan umat Islam di Indonesia yang masih bisa menjalani kehidupan dalam suasana kondusif. Hal yang sangat berbeda yang dialami warga Palestina saat ketika jet tempur Israel memborbardir mereka.

“Kita bisa menjalani kehidupan dengan tenang, tetapi mereka warga palestin tidak bisa menjalani kehidupan yang tenang,” ujar aktifis itu diiringin yel-yel mampus Amerika, mampus zionis, merdeka Palestina, dari peserta aksi.

Orasi yang kebanyakan dihadiri oleh mahasiswa itu ditutup dengan doa wahdah (doa persatuan). Pembacaan doa dipimpin oleh direktur Voice of Palestine (VOP), Mujtahid Hashem. Mereka bergandengan tangan saat do’a dipanjatkan.(sa-lam/Banin Mulachela)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed