oleh

Gus Nuril Puji Upaya Iran untuk Persatukan Umat Islam

Seorang tokoh dan cendekiawan terkemuka Indonesia mengapresiasi upaya dan peran Republik Islam Iran untuk mempersatukan umat Islam tanpa memandang perbedaan mazhab.

“Pertemuan musyawarah ulama sedunia yang ke-32 yang dilakukan dan disponsori oleh Tehran, pemerintah Iran, ini harus diacungi jempol,” kata Gus Nuril di sela-sela Konferensi Internasional Persatuan Islam Ke-32 di Tehran, Senin, 26 November 2018.

Dia menambahkan, pemerintah Iran sudah terbuka dan membuka wawasan bangsa di seluruh dunia, baik yang beragama apapu, saatnya kita melepaskan perbedaan mazhab, tanpa membedakan mazhab Sunni, Syiah atau apapun, kumpul seluruh ulama sedunia ini, berpikir, concern Ukhuwah Islamiyah, berpikir bagaimana Islam berkembang dengan kerangka perdamaian sejati yang tidak saling memusuhi.

Gus Nuril lebih lanjut menekankan pentingnya kelanjutan pertemuan ulama sedunia ini menjadi pertemuan-pertemuan yang memberikan bekal bagi anak cucu kita tentang bagaimana menafsirkan Islam Rahmatan Lil Alamin

Republik Islam Iran menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32 yang diselenggarakan selama tiga hari di Tehran. Konferensi ini dimulai pada hari Sabtu, 24 November 2018. Lebih dari 350 tokoh, cendekiawan dan ulama dari 100 negara dunia termasuk dari Indonesia menghadiri konferensi yang mengusung tema “al-Quds, Poros Persatuan Umat” ini.

Di antara tokoh-tokoh dan cendekiawan Indonesia yang hadir dalam konferensi tersebut adalah Gus Nuril (KH. Nuril Arifin) dari Nahdatul Ulama, Haidar Alwi dan Prof. Dr. Dicky Sofjan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Prof. Dicky juga merupakan anggota Association of Asian Studies (AAS) dan British Association of Islamic Studies (BRAIS) serta anggota Asia Public Intellectuals (API).

Para ulama dan cendekiawan itu berkumpul dalam rangka mencari solusi atas berbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh Dunia Islam. Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-32 yang diprakarsai oleh Iran ini mempunyai posisi yang lebih penting dari periode-periode sebelumnya. Hal ini mengingat adanya situasi yang sangat sensitif dan persoalan besar yang sedang dihadapi oleh Dunia Islam.

Konferensi Internasional Persatuan Islam juga menjadi kegiatan tahunan di Republik Islam Iran untuk menandai Pekan Persatuan Islam. Iran menetapkan rentang waktu antara 12-17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Islam dan menjadikannya sebagai momentum untuk mempererat persatuan di tengah Kaum Muslimin.

Pekan Persatuan Islam merupakan sebuah kesempatan untuk mengkaji lebih jauh tentang urgensitas persatuan dan solidaritas Dunia Islam, terutama di masa sekarang yang sarat dengan fitnah dan konflik. Meskipun umat Islam memiliki banyak mazhab dan berbeda pandangan dalam sebagian masalah hukum, namun mereka menyimpan banyak persamaan seperti, keyakinan kepada Tuhan yang satu, al-Quran, Rasulullah Saw dan kiblat yang sama. Umat Islam juga memiliki pandangan yang sama dalam pelaksanaan ibadah-ibadah wajib seperti, shalat, puasa, haji, zakat dan lain-lain. (RA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed