Home / Nasional / Giliran Ustadz Bachtiar Nasir Ditolak PCNU Garut

Giliran Ustadz Bachtiar Nasir Ditolak PCNU Garut

Satu Islam, Garut – Ustadz-ustadz Wahabi yang kerap mengusung khilafah kini ramai mendapatkan penolakan di berbagai daerah. Yang baru-baru ini terjadi Ustadz Felix Siauw yang akan mengisi pengajian akbar di Masjid Manarul Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu 4 November 2017 ditolak Massa Badan Otonom (Banom) NU Bangil.

Penolakan massa dari Banser NU atas rencana Ustadz Felix yang sedianya mengisi pengajian akbar bertajuk Antara Wahyu dan Nafsu itu lantaran ia dinilai  sebagai pemecah bangsa. Ia disebut nyata- menolak dasar negara Pancasila.

Sebelum ditolak di Bangil, Felix juga ditolak massa NU di Semarang dan Sragen Jawa Tengah. Sekretaris PCNU Sragen, wijo Purnomo mengatakan, Ustadz Felix  dianggap mempunyai ideologi yang bertentangaan dengan Pancasial. Dwijo khawatir lantaran Ustadz Felix dalam ceramahnya kerap melontarkan kalimat yang dinilai dapat memicu konflik di masyarakat.

“Sudah diketahui dan tidak menjadi rahasia umum lagi Felix berafiloasi dengan HTI yang mana membawa agenda ideologi pancasila menjadi khilafah. Felix juga memicu penolakan di daerah lain, sehingga perlu dicermati,” kata Dwijo, Kamis, 13 Juli 2017.

Sebagaimana Ustadz Felix, nasib yang sama juga dialami da’i Wahabi Ustadz Bachtiar Nasir. Rencana Tabligh Akbar yang dilakukan di Kabupaten Garut Jawa Barat mendapatkan penolakan dari Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (NU) Wilayah Garut

PCNU Kabupaten Garut sendiri telah mengirimkan surat ke Ketua DKM Masjid Agung Garut, tentang penolakan Tausiyah oleh Ustad Bachtiar Nasir dan KH Ahmad Shabri Lubis. . Tabligh Akbar rencananya akan berlangsung pada Minggu, 11 Nopember 2017 di Alun-Alun Garut.

PCNU Garut menilai Ustadz Bachtiar Nasir  dalam tausiyahnya dianggap melukai sebagian hati warga masyarakat. Namun yang dimaksud dengan melukai tidak disebutkan secara terperinci dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DKM Mesjid Agung Garut.

“Setelah kami mendapatkan masukan dari berbagai pihak terutama Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut diketahui bahwa dai ini selalu memberikan tausiyah yang tidak menyejukkan, bahkan cenderung melukai perasaan sebagian warga Indonesia dan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat,” tulis PCNU Garut di dalam suratnya.

PCNU Garut mengkhawatirkan bila keduanya dihadirkan maka akan menimbulkan massa penolakan dan membuat kondisi dakwah di Garut tidak kondusif.  Mereka mengharap Ketua DKM Masjid Agung Garut penitia pelaksana acara itu  agar mengganti dengan penceramah yang menyejukkan.

“Jika Bachtiar Nasir tetap diizinkan hadir dan menyampaikan tausiyah di acara tersebut, maka dikhawatirkan ada gerakan massa penolakan yang membuat situasi daerah tidak kondusif” tulisnya.

Sebelumnya, PCNU Cirebon juga menolak Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) ini ceramah di wilayahnya. Waktu itu Bachtiar sudah dijadwalkan oleh pemerintah kota Cirebon (surat tertanggal 9 Oktober 2017) mengisi acara Pembukaan MTQ Kota ke-50 pada 18 Oktober 2017 di Alun-Alun Keraton Kacirebonan.

Ia rencana mengisi taushiyah di acara itu bersama Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis. Publikasi acara ini dengan penceramah Ustadz Bachtiar waktu itu juga sudah beredar luas di media sosial.

PCNU Cirebon menulis surat kepada Kapolres Kota Cirebon, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. Dalam surat Rois PCNU Cirebon KH Arwani Amin menyatakan menolak keras kehadiran Bachtiar Nasir dalam acara MTQ itu.

 

loading...

One comment

  1. sungguh sangat disayangkan ada kejadian seperti ini, tentu ormas-ormas islam mampu menjaga ukhuwah dan saling menghormati
    banser sepertinya bukan islam, http://transparan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *