oleh

Gerakan Islam di Nigeria Kecam Pemerintah yang Akan Labeli Komunitas Syiah Sebagai Teroris

“Anda tidak pernah bisa menghentikan ideologi, Anda tidak pernah bisa menghentikan ide, Anda tidak pernah bisa menghentikan agama kami,” kata pejabat senior IMN Yahiya Dahiru pada konferensi pers di ibukota Nigeria, Abuja, pada hari Minggu (28/7).

Dia mengecam perintah pengadilan sebagai “perkembangan berbahaya” dan mengatakan protes tidak akan berhenti sampai Sheikh Ibrahim Zakzaky, pemimpin IMN, yang telah ditahan sejak 2015, dibebaskan.

Pada hari Sabtu (27/7), sebuah pengadilan di Abuja memberikan perintah yang mengizinkan pemerintah untuk memberi label IMN sebagai terlibat dalam “terorisme dan ilegalitas.”

Pemerintah Nigeria telah dengan keras menindak IMN dan anggotanya sejak 2015. Pada hari Jumat (26/7), juru bicara IMN mengatakan pasukan keamanan Nigeria telah menewaskan sedikitnya 20 anggota gerakan selama protes yang menyerukan pembebasan Sheikh Zakzaky hanya selama minggu sebelumnya.

Pengacara umum Nigeria, Dayo Apata akhir pekan ini mengkonfirmasi bahwa pengadilan federal mengizinkan pemerintah untuk melarang Gerakan Islam Nigeria (IMN). Langkah tersebut menawarkan kesempatan kepada pihak berwenang untuk lebih keras menekan kelompok itu.

Anggota IMN sendiri kerap melakukan aksi di ibukota Abuja menyerukan pembebasan pemimpin mereka, Ibrahim el-Zakzaky, yang telah ditahan sejak Desember 2015. Saat itu, tentara membunuh hampir 350 pengikutnya di kompleksnya dan sebuah masjid di dekatnya di negara bagian Kaduna utara. Sejak saat itu, aksi protes kerap dilakukan oleh pengikutnya. Protes sering berubah menjadi kekerasan yang merenggut korban jiwa.

Dikabarkan Al Jazeera, kelompok yang mewakili minoritas Muslim Syiah Nigeria, mengatakan akan terus memprotes hingga mengamankan Zakzaky yang mendirikan IMN pada akhir 1970-an.

Berdasar laporan PBB, Nigeria adalah negara kedua setelah Irak dalam masalah terorisme, yang pelakunya adalah kelompok Boko Haram. Hingga saat ini sikap pemerintah Nigeria terkait kelompok Boko Haram masih belum jelas. Kelompok ini dikenal kesadisannya dalam melakukan aksi terornya setelah ISIS. Dilaporkan VOA kembali terjadi ledakkan yang menewaskan sedikitnya 65 orang dalam sebuah acara pemakaman di Nigeria timur laut, kata para pejabat pada Minggu (28/7). Mereka merevisi jumlah korban yang sebelumnya dikatakan 23.

Pekan lalu menandai 10 tahun kebangkitan pemberontakan Boko Haram di Nigeria. Pemberontakan itu telah menewaskan lebih dari 30.000 orang, menyebabkan jutaan orang mengungsi dan menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Para ekstremis itu diketahui kerap menculik anak-anak sekolah perempuan serta memaksa pemuda pemudi melakukan aksi bom bunuh diri di pasar, masjid dan tempat ramai lainnya.

Kelompok pemberontak itu, yang mengusung ideologi Islamis yang ekstrem dan menentang pendidikan gaya Barat, telah menentang klaim pemerintahan Presiden Muhammadu Buhari bahwa pemberontakan telah dihancurkan. Kekerasan juga telah melebar ke negara tetangga, seperti Chad, Niger dan Kamerun. [IT/VOA]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed