oleh

Gambaran Horor di Mata Anak-anak Suriah

017197994_30300Satu Islam, Lebanon – Anak-anak pengungsi Suriah adalah pihak yang paling menderita akibat kekejian perang yang merobek negeri itu, demikian peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam laporan berisi kesaksian anak-anak korban perang.

Beberapa gambaran kengerian perang yang terjadi di Suriah diceritakan anak-anak korban perang yang saat ini mengungsi ke berbagai negara. Menurut laporan Deutsche Welle, 30 November 2013.

“Tak mungkin bisa dilupakan. Ini seperti ada orang yang menikam saya dengan pisau ketika saya sadar,” kata Taha, 15 tahun, yang melihat tujuh mayat di dekat rumahnya di Suriah, kepada badan pengungsi PBB, UNHCR.

Menurut UNHCR yang mewawancarai pengungsi yang berada di Yordania dan Libanon anak-anak itu mengalami trauma psikologis pengungsi muda yang ingin keluar dari konflik berdarah yang menewaskan 120.000 jiwa tersebut.

“Adalah penting bahwa wajah kemanusiaan dari krisis pengungsi ini tidak akan terlupakan,” kata Volker Turk, kepala perlindungan anak UNHCR mengatakan kepada para wartawan di Jenewa.

Menurut Volker Turk, anak-anak itu menggambarkan kengerian  lewat kata-kata atas apa yang mereka saksikan dan gejolak yang terjadi terjadi di negaranya.

Volker Turk menceritakan problematika traumatis anak-anak pengungsi  Suriah, diantaranya tidak bisa tidur, gagap dan mudah mengompol

Mereka juga mudah tersinggung dan marah bahkan akan ada yang nekad ingin kembali ke negaranya untuk ikut berperang.

“Ada darah hingga selutut orang di Suriah,” kata Sala yang berusia 17 tahun.

Sementara Maher, 16 tahun, yang disiksa di Suriah, yang ayahnya masih hilang di sana, mengatakan: ”Harapan pertama saya adalah ingin kembali ke Suriah dan membebaskan ayah saya.”

Problem di Pengungsian

Persoalan yang menjadi kendala di kamp pengungsian adalah terkendalanya kebutuhan air pelayanan kesehatan dan akomodasi, belum lagi masalah pendidikan.

Di Lebanon jumlah pengungsi anak dari Suriah 700.000, kurang dari setengahnya tidak tertampung di lembaga pendidikan pemerintah pasalnya jumlah anak-anak usia sekolah warga lebanon sendiri yang tertampung di lembaga milik pemerintah sama dengan jumlah pengungsi asal Suriah.

Menurut data pengungsi PBB, jumlah keseluruhan pengungsi asal Suriah mencapai 2,2 juta jiwa, di mana setengahnya adalah anak-anak.

Sementara negara-negara tetangga memperkirakan sekitar 3 juta orang Suriah telah meninggalkan tanah air mereka yang dilanda perang, yang artinya sekitar 1,5 juta anak-anak Suriah kini hidup sebagai pengungsi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed