oleh

Film “Haji Backpecker” Sesuai Kultur Muslim Indonesia

image.php
Foto: Harian Terbit/Rommy

Satu Islam, Jakarta – Produser film ‘Haji Backpecker’ Frederica, yakin filmnya itu akan berhasil  ditonton banyak orang. Mengingat film yang baru akan mulai syuting pada 17 April ini, ceritanya sangat inspiratif menyentuh hati dan dibintangi artis-artis top.

Apalagi, syuting film ini dilakukan di sembilan negara seperti, Indonesia, Thailand, Vietnam, China, Nepal, Tibet, India, Iran dan Arab Saudi.

“Buat saya ini menjadi film pertama kami yang melibatkan banyak negara, saya yakin dengan cerita ini bakal menjadi suguhan menarik bagi masyarakat Indonesia,” kata Frederica kepada Harian Terbit di kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan, kemarin.

Demi mewujudkan film berkualitas, produser rumah produksi Falcon Pictures ini siap menggelontorkan modal sekitar Rp 10 miliar.

Ia berharap, pengeluaran itu nantinya sesuai dengan kualitas film yang bakal diproduksinya itu. “Harapan saya minimal bisa ditonton oleh 500 ribu penonton, kalau perlu lebih dari itu,” harapnya.

Namun yang unik dari penggarapan film ‘Haji Backpecker’ ini, justru sosok Frederica yang bukan beragama Islam. Ia justru penganut Katolik. Bagi Fredirica, hal itu tidak menjadi masalah.

Ia melihat masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim harus mempunyai tontonan yang menarik sekaligus memberi inspiratif.

“Film ini merupakan perjalanan spiritual yang sangat menyentuh. Saya rasa cocok banget dengan kultur bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam,” tuturnya.

Sebelum meproduksi film ini, Frederica sudah memproduseri sejumlah film, antara lain,  ‘Coboy Junior The Movie’ dan La Tahzan. “Khusus untuk film La Tahzan ini juga memberikan inspiratif bagi umat Islam di Indonesia,” tambahnya. (Harian Terbit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed