oleh

Eks Militan ISIS Ingin Pulang ke Negara Asal Bersama Istri dan Anaknya

Hasil gambar untuk MILITAN ISIS MENYESAL

Mantan militan ISIS berkewarganegaraan Belanda yang saat ini ditahan di pusat detensi yang dikendalikan Kurdi di Suriah, mengaku ingin kembali ke negara asalnya. Dia juga ingin membawa istrinya yang masih remaja.

Yago Riedijk dari Arnhem, Belana dan Shamima Begum dari London, Inggris melakukan perjalanan terpisah ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS pada beberapa tahun lalu. Mereka bertemu di Raqqa suatu waktu pada 2015 atau beberapa hari setelah Riedijk tiba di Suriah.

Riedijk yang saat itu berusia 23 tahun kemudian segera menikahi Begum yang masih berumur 15. Dalam wawancara dengan BBC yang dilansir pada Minggu (3/3), Riedijk mengaku telah bertempur untuk ISIS. Riedijk juga memiliki putra yang baru lahir.

Riedijk, kini 27 tahun, ditahan di sebuah pusat penahanan Kurdi di Suriah timur laut.

Namun, jika kembali ke Negeri Kincir Angin, Riedijk menghadapi ancaman hukuman penjara selama enam tahun karena bergabung dengan organisasi teror. Ini sesuai hukum yang berlaku di Belanda.

Dalam wawancara dengan koresponden BBC di Timur Tengah, Quentin Sommerville, Riedijk mengatakan, dia telah menolak ISIS dan mencoba meninggalkan kelompok itu.

Dia mengatakan bahwa ia sempat dipenjara di Raqqa dan disiksa setelah para ekstremis menuduhnya sebagai mata-mata Belanda. Namun, penyiksaan itu berhenti setelah Riedijk setuju untuk ikut menjadi bagian mereka.

Hingga pada suatu waktu Riedijk dan Begum berhasil melarikan diri dari ISIS saat mereka di Kota Baghouz, wilayah terakhir kelompok teror tersebut di Suriah timur –pada awal-awal tahun ketika grup tersebut mulai hilang kendali.

Namun kemudian, pasangan suami istri itu terpisah satu sama lain.

Riedijk menyerah kepada sekelompok pejuang Kurdi Suriah, sementara Begum dan putra mereka yang baru lahir, Jarrah, berakhir di antara 39.000 orang di kamp pengungsi Al-Hawl di Suriah utara.

Pria itu juga mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak melihat ada salahnya menikahi Begum –yang masih berusia 15 tahun saat itu– karena itu adalah “pilihannya”.

Menggambarkan bagaimana dia bertemu dengan Begum yang merupakan mantan siswi sekolah dari London timur– di pusat perempuan di Raqqa, Riedijk mengatakan dia awalnya tidak tertarik karena terlalu muda.

Begum berkata: “Sejujurnya, ketika teman saya datang dan mengatakan ada seorang gadis yang tertarik pada pernikahan, saya tidak begitu tertarik karena usianya, tetapi saya tetap menerima tawaran itu.”

Riedijk, dari Arnhem di Belanda, bersikeras: “Itu pilihannya sendiri. Dia meminta untuk mencari pasangan untuknya, dan saya diundang.”

Mantan militan ISIS itu mengakui bahwa “dia (Begum) masih sangat muda, mungkin akan lebih baik baginya untuk menunggu sedikit.” “Tapi dia tidak, dia memilih untuk menikah dan saya memilih untuk menikah dengannya.” [LIPUTAN 6]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed