Home / Editorial / Melihat Bara Timur Tengah

Melihat Bara Timur Tengah

dok : thinkprogress.org
dok : thinkprogress.org

Satu Islam – Meningkatnya ketegangan di Irak tidak hanya  berdampak sangat buruk disana, tetapi juga di seluruh dunia. Situasi memburuk diakibatkan oleh para pemberontak yang sudah menguasai kota penting  di utara Mosul, dan merayap semakin dekat ke Baghdad.

Timur Tengah akan segera terbakar. Konflik ini tentu berkembang dan bisa dengan cepat menyeret lebih banyak negara ke medan perang disana. Untuk saat ini, melibatkan Suriah dan Irak, dan tentara bayaran asing, termasuk beberapa diantaranya ternyata direkrut dari Indonesia.

Kepanikan melanda Iran, mengingat adanya fakta kerjasama dengan Amerika Serikat, musuh bebuyutan mereka. Arab Saudi dan Israel sedang mengawasi perkembangannya dari dekat, seperti negara-negara lain yang lebih kecil di wilayah ini.

Tapi kita harus bergerak lebih dari menyalahkan Amerika Serikat untuk kekacauan yang terjadi saat ini setelah lebih dari satu dekade pendudukan militer, dalam upaya sia-sia untuk memaksakan demokrasi.

Sebaliknya, kita harus melihat apa yang dibawa oleh tindak kekerasan masif ini. Konflik saat ini di Irak, yang tampak adalah sekte Islam Syiah dan Sunni diadu satu sama lain, hal ini berkonsekuensi pada ketegangan hubungan antaragama di Indonesia sendiri.

Perjuangan untuk kontrol atas cadangan minyak Irak yang besar akan mengakibatkan naiknya harga minyak dunia dan berdampak pada tercederainya ekonomi global.

Dimana Indonesia harus berdiri? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa harus terbuka tentang posisi mereka. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah antisipasi sehingga apa pun yang berkembang di Timur Tengah tidak akan merugikan kepentingan politik dan ekonomi dalam negeri kita.

Indonesia, melalui PBB, harus menuntut tindakan segera untuk menghentikan pertempuran atau setidaknya mencegah eskalasi lebih lanjut. tentunya harus melewati lembaga Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menggunakan sekecil apapun pengaruh itu di wilayah tersebut.

Jarak geografis membatasi kemampuan Indonesia untuk memainkan peran yang lebih besar, sehingga Jakarta akan lebih baik bekerja melalui dua organisasi multilateral.

Tapi Indonesia harus benar-benar siap untuk konsekuensi domestik daru konflik ini, terutama, dampak pada hubungan antara mayoritas Muslim Sunni dan komunitas Syiah minoritas di negara ini.

Komunitas Syiah kecil sudah menjadi target kemurkaan dan penganiayaan unsur-unsur radikal mayoritas Sunni di negara itu, seperti Indonesia yang diseret ke dalam konflik global antara Syiah dan Sunni.

Pemerintah tidak bisa berpangku tangan dan melihat api Timur Tengah menyebar seperti ini.

Diterjemahkan dari : The Jakarta Post

About Sarah

Lifetime learner, wanderlust, lover

Check Also

Takbir Bung Tomo dan Takbir 411: Tak Serupa dan Tak Sama

Logika apa yang dipakai para massa anti-Ahok sekaligus pendukung aksi 411 ketika menyetarakan teriakan “Allohu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *