oleh

Dituduh AS Serang Kilang Minyak Terbesar Saudi, Iran: Kami Selalu Siap Berperang!

Pemerintah Iran tidak terima dengan tuduhan Amerika Serikat (AS) sebagai pelaku serangan besar-besaran terhadap kilang minyak terbesar Arab Saudi. Teheran berpendapat tuduhan itu sengaja dilontarkan sebagai dalih bagi AS untuk bertindak terhadap Iran.

“Tuduhan-tuduhan ini dikecam sebagai (tuduhan) yang tidak dapat diterima dan sama sekali tidak berdasar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi dalam konferensi pers yang disiarkan di stasiun televisi negara setempat, Senin (16/9/2019).

Mousavi juga mengatakan bahwa tuduhan AS atas serangan terhadap kilang minyak Aramco, Arab Saudi di Abqaiq dan Khura dimaksudkan untuk membenarkan tindakannya terhadap Iran.

Fasilitas kilang minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang pesawat nirawak secara besar-besaran pada Sabtu pagi pekan lalu. Kilang minyak di Abqaiq adalah yang terbesar yang dimiliki Saudi dan salah satu yang terbesar di dunia. Saudi sejauh ini tidak mengidentifikasi pelaku serangan pesawat nirawak dan hanya menyebutnya sebagai serangan teroris.

Kelompok Houthi Yaman telah mengklaim sebagai pelaku serangan. Namun, para pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) tak percaya dengan klaim Houthi. Para pejabat tersebut, termasuk Menteri Luar Negeri Michael Pompeo, menuduh Iran sebagai pelakunya.

Seorang pejabat senior administrasi Trump yang berbicara kepada ABC News dalam kondisi anonim mengatakan selusin rudal jelajah dan lebih dari 20 pesawat nirawak diluncurkan Iran dari wilayahnya terhadap dua lokasi kilang minyak di Saudi.

“Itu adalah Iran. Para Houthi mengklaim pujian atas sesuatu yang tidak mereka lakukan,” katanya.

Pompeo melalui Twitter meragukan klaim Houthi. Dia terang-terangan menuduh Iran sebagai pelakunya. “Tidak ada bukti serangan datang dari Yaman,” tulis Pompeo di Twitter.

Sementara itu, Kepala Divisi Kedirgantaraan Garda Revolusi Iran (IRGC), Amirali Hajizadeh mengatakan, Teheran selalu siap untuk berperang dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu merespon tuduhan AS atas serangan terhadap dua kilang minyak Arab Saudi, di mana AS menuding Iran sebagai pelakunya.

Hajizadeh mengatakan, Iran dapat dengan mudah menyerang seluruh pangkalan AS yang berada di kawasan. Dia mengungkapkan, seluruh pangkalan dan kapal induk AS di kawasan berada di dalam jarak tembak rudal Iran.

“Semua orang harus tahu bahwa semua pangkalan Amerika dan kapal induk mereka, pada jarak hingga 2.000 kilometer di sekitar Iran, ini berarti mereka berada dalam jangkauan rudal kami,” ucap Hajizadeh.

Hajizadeh, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (15/9), kemudian mengatakan bahwa militer Iran siap untuk menargetkan dua pangkalan AS dan satu kapal induk jika terjadi konflik bersenjata.

“Pangkalan Al-Udeid di Qatar, pangkalan az-Zafra di Uni Emirat Arab (UEA) dan kapal induk AS yang berada di Teluk Oman akan menjadi sasaran jika Washington mengambil tindakan militer,” tukasnya.

SINDO dan berbagai sumber

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed