oleh

Dinilai Kontroversi, Ustadz Maulana Dilaporkan ke Polisi

ustaz-maulana-640x420
Ustadz Maulana – Foto: Semeaker.com

Satu Islam, Jakarta – Ingat seruan seorang dai kondang di televisi “Jamaah oh jamaah…”? Itulah salah satu ciri khas Muhammad Nur Maulana atau Ustadz Maulana saat menyapa pemirsa televisi dalam dakwahnya.

Namun kini Maulana dilaporkan ke polisi oleh Gerakan Reformis Islam atau Garis yang dipimpin oleh Adang Nurmasyah. Pasalnya ceramah ustadz yang awalnya berdakwah dari kampung ke kampung di Makassar, Sulawesi Selatan ini dianggap kontroversi, menyinggung dan menyakiti umat Islam.

Salah satu pernyataan Maulana yang dianggap Garis menyinggung dan menyakiti umat Islam adalah terkait mencari pemimpin yang tidak perlu melihat latar belakang agama.

“Apa yang disampaikan Maulana tersebut terkait mencari pemimpin tidak usah melihat latar belakang agama, kan itu sudah melanggar hukum syariah Islam,” kata Adang ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis 26 November 2015

Alasan lainnya menurut Adang, Maulana juga dianggap sombong karena pernyataan yang diucapkan beberapa waktu lalu. Menurut Adang, sikap Maulana yang diangganya sombong adalah saat Maulana mengatakan bahwa wanita cantik belum tentu punya anak.

“Urusan punya anak dan tidak punya anak itu kan bukan urusan manusia, itu kan kekuasaan Allah. Itu juga sudah melakukan penyesatan,” lanjutnya.

Selain itu, Maulana juga dinilai berlebihan menyampaikan tausiahnya di salah satu program religi di salah satu stasiun televis swasta.

“Secara etika dia juga sudah berlebihan. Dia selalu berdiri di atas panggung dengan tidak layak. Muter-muter, dalam Islam kalau berlebihan kan nggak boleh jadi sudah melanggar secara etika syariah agama dan hukum KUHP,” lanjutnya.

Adang mengadukan Maulana mengacu pada Pasal 156a KUH Pidana atas tudingan melakukan tindak penistaan agama.

“Ancaman hukumannya lima tahun penjara,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed