oleh

Deputi Menlu Irak: Bantuan Iran untuk Perangi Terorisme

Roz-Nouri-Shawis
Deputi Menlu Irak Roz Nouri Shawis dalam sebuah pertemuan di Iran

Satu Islam, Baghdad – Deputi Menteri Luar Negeri Irak untuk urusan ekonomi mendesak berlanjutnya bantuan Iran dalam perang melawan terorisme di negara itu.

Menurut kantor berita IRNA, Deputi Menlu Irak Roz Nouri Shawis, Selasa 12 Mei 2915 petang mengadakan pertemuannya dengan Menteri Kooperasi Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Sosial Iran, Ali Rabiei,  di Baghdad membahas bantuan Iran.

Shawis mengapresiasi bantuan Iran atas negaranya dalam perang melawan terorisme dan menekankan berlanjutnya bantuan tersebut.

“Hari ini masalah utama Irak adalah terorisme dan upaya menghadapinya. Irak juga meminta agar bantuan-bantuan Iran untuk Baghdad dalam memerangi terorisme terus berlanjut,” kata Shawis.

Pada saat yang sama ia menilai perang melawan ISIS di Irak sebagai peluang untuk memperjelas perbedaan-perbedaan. Rakyat Irak harus tahu siapa kawan negara ini yang sebenarnya dan selalu menyertainya dalam situasi-situasi sensitif.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Irak, Ibrahim Jafari ketika melakukan wawancara dengan Los Angeles Times, seperi dilansir Gulf News pada Senin 11 Mei 2015 mengatakan, Iran memiki hak untuk memberikan bantuan kepada negaranya, terlebih saat dimana Irak sedang berusaha melawan ISIS.

Pernyataan itu muncul, ketika dirinya ditanya apakah Irak merasa khawatir dengan peran Iran dalam melakukan perlawanan terhadap ISIS. Dirinya menegaskan, Irak tidak pernah merasa khawatir akan kehadiran Iran di tanah mereka.

“Kami tidak memiliki kekhawatiran tersebut. Iran adalah negara tetangga Irak, dan kami berbagi perbatasan sepanjang 1.400 kilometer. Bahaya, yang dirasakan oleh kami juga mulai mendekat ke Iran,” kata Jafari dalam wawancara tersebut.

“Secara geografis dan sejarah antara kedua negara, memberikan hak kepada Iran untuk membantu kami dalam melawan ancaman ini (ISIS). Dan, apa yang mereka (Iran) lakukan merupakan bagian dari upaya internasional untuk membantu kami, sama halnya dengan apa yang dilakukan Selandia Baru, Australia atau Amerika Serikat (AS),” sambungnya.

Dirinya yakin, tidak ada maksud terselubung dari bantuan yang diulurkan Iran pada kepada Irak.
Di kesempatan yang sama, ketika ditanya apakah ada kekhawatiran dari Iran mengenai keterlibatan AS dalam membantu Irak melawan ISIS, Jafari mengatakan iya. Dirinya mengatakan, hal serupa juga diutarakan AS mengenai kehadiran Iran di Irak

“Sama seperti AS yang mungkin memiliki beberapa kekhawatiran tentang dukungan Iran di negara kami, Iran juga memiliki kekhawatiran sendiri mengenai kehadiran Eropa dan dukungan Amerika di Irak,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed