Home / Opini / Deen Assalam

Deen Assalam

agama kedamain

Oleh: Abdul Hakim

Setiap agama pada intinya mengajarkan kebaikan, kedamaian, dan keselamatan. Tidak ada agama yang menyeru para pemeluknya untuk membenci dan memusuhi sesama manusia. Bahkan terhadap binatang dan alam juga diajarkan untuk diperlakukan dengan penuh kebaikan.

Kalau pun ada yang harus dimusuhi dan dibenci itu adalah perbuatan jahat dan zalim, kebodohan terhadap pengetahuan, dan kepasrahan pada nasib. Perbuatan jahat dan zalim harus dilawan dengan memperbaiki akhlak dari mengikuti dorongan hawa nafsu. Kebodohan dilawan dengan mempelajari alam semesta dan diri manusia. Kepasrahan terhadap nasib dilawan dengan ikhtiar dan kerja keras.

Sekarang ini, kita menyaksikan kehidupan manusia penuh dengan kebencian dan permusuhan. Sebagian orang merasa bahwa dirinya selalu berada dalam keadaan terancam karena keberadaan orang lain. Sebagai upaya untuk mengatasi rasa terancam itu, lalu berbagai cara dilakukan agar pihak yang dianggap mengancam itu kehilangan eksistensinya.

Maka ditebarlah berbagai bentuk kebohongan untuk mendiskreditkan pihak lain sehingga kehilangan pamor dan pengaruhnya di tengah masyarakat. Salah satu isu yang sering dijadikan alasan kebencian dan permusuhan itu adalah agama. Mengapa agama?

Agama seperti kita ketahui diyakini sebagai kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan. Terhadap kebenaran mutlak yang diturunkan dari Tuhan itu kemudian disusun konsepsi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan masalah ketuhanan, kemanusiaan, serta kehidupan masyarakat dan alam semesta. Persoalannya adalah ketika seseorang menganggap persepsinya atas konsepsi keagamaan itu sebagai kebenaran mutlak dan satu-satunya yang harus diikuti, maka kemudian terjadi benturan dengan pihak lain yang juga memiliki keyakinan yang sama.

Dari klaim kebenaran sepihak seperti itu lalu terjadilah silang sengketa di antara para penganut agama dengan saling menyalahkan dan menyesatkan orang yang tidak sepaham dengan mereka. Dan masing-masing pihak merasa bahwa diri mereka harus turun tangan untuk menyelamatkan keimanan orang lain agar terbebas dari kesesatan dan mendapatkan keselamatan. Karena masing-masing pihak merasa perlu untuk menyelamatkan pihak lainnya, maka muncullah ketegangan dan kemudian permusuban di antara mereka.

Namun, sekiranya masing-masing mau melihat ke dalam bahwa dirinyalah yang seharusnya perlu diselamatkan maka benturan itu tidak akan terjadi, karena setiap orang akan berusaha menghayati keyakinan agamanya untuk perbaikan dirinya sendiri sebelum melakukan perbaikan ke luar. Adapun perbaikan di luar diri manusia merupakan pancaran dari sikap keberagamaan yang penuh lapang dada, toleransi, menghormati sesama manusia, dan menjalin kerja sama dalam berbagai bidang kehidupan untuk terciptanya peradaban yang maju. Itulah yang disebut dengan “Deen Assalam” seperti yang dinyanyikan dengan suara merdu dan penuh kesyahduan oleh Nissa Sabyan, yang juga telah memberi kedamaian bagi banyak orang dari berbagai agama yang berbeda.

Check Also

Adu Kekuatan Warga Milenial Saudi dengan Kelompok Ortodoks Wahabi

Satu Islam, Riyadh- Mulai 18 April mendatang, untuk pertama kalinya dalam 38 tahun terakhir, warga Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.