oleh

Daerah Mantan Napi Insaf di Mafia Shalawat

Palestinian youth prays on street outside destroyed mosque in MughraqaSatu Islam, Karanganyar – Seorang mantan narapidana yang baru satu bulan keluar dari bilik jeruji besi menyatakan insaf dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Ia menyampaikan di depan puluhan ribu jamaah dalam deklarasi Mafia Shalawat Karanganyar, di alun-alun Kota Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu 8 Maret 2014.

“Ayo silakan ucapkan pernyataan untuk taubat,” ujar Gus Ali Shodiqin atau yang akrab disapa gus Ali Godrong kepada mantan napi tersebut di atas panggung dengan ukuran 10 x 16 meter.

Mafia Shalawat sendiri merupakan kepanjangan dari Manunggaling Fikiran lan Ati ing dalem Shalawat yang dipimpin Gus Ali Gondrong, pengasuh pondok pesantren Rodloutun Nikmah dari Semarang. Organisasi ini beranggotakan dengan latar belakang yang bermacam-macam, di antara mereka adalah para pemuda dan mantan preman, ujar Said pengurus Mafia Shalawat saat dihubungi NU Online, Ahad 9 Maret 2014.

Sebenarnya kegiatan Mafia Shalawat sudah beberapa kali berlangsung di Karanganyar, namun baru kemarin resmi dikukuhkan langsung oleh Gus Ali yang juga sering mengisi radio Aswaja FM Ponorog.

Diharapkan dengan adanya grup shalawat yang dikemas dengan gaya anak muda ini dapat menarik banyak jama’ah terutama para pemuda, sehingga para pemuda mempunyai hobi yang baik dengan bershalawat.

Sumber : NU Online

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed