oleh

CNN: Penetapan Pasukan Elit Iran Sebagai Organisasi Teroris Sangat Berbahaya

Pemerintahan Trump telah menunjuk Pengawal Revolusi Iran sebagai organisasi teroris, dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan untuk meningkatkan kampanye “tekanan maksimum” Washington atas Iran. Namun menurut pengamat, penetapan tersebut justru akan lebih membahayakan posisi Amerika dan warganya, serta berpotensi mengkriminalkan jutaan orang Iran dan turis asing.

Oleh: Jonathan Cristol (CNN)

Pada hari Senin (8/4), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi menetapkan pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC)—atau Garda Revolusi Iran—sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO). Penunjukan ini tidak bisa membatasi kegiatan IRGC, tetapi mungkin mengkriminalkan jutaan orang Iran dan turis asing—dan menjadi preseden bahwa Washington mungkin akan menyesali keputusan ini.

Menurut pernyataan Gedung Putih, ini adalah pertama kalinya AS menetapkan unit pemerintah asing sebagai “organisasi teroris.” Sebagai tanggapan, Teheran telah menetapkan Komando Pusat AS sebagai organisasi teroris. Dan tidak sulit membayangkan pemerintah musuh lainnya menunjuk individu atau unit militer Amerika sebagai “teroris” karena alasan politik.

Sebagai latar belakang, tak lama setelah Revolusi Islam 1979, Ayatollah Khomeini menetapkan IRGC sebagai militer paralel dengan militer “reguler” Iran. Militer yang ada tidak dapat dibubarkan, baik karena merumahkan lebih dari 400.000 orang bersenjata Iran jelas merupakan ide yang buruk, dan karena pasukan militer yang lama tahu bagaimana cara mengoperasikan peralatan militer Amerika dan Eropa yang canggih.

Jadi, Khomeini menciptakan pasukan militer baru, dengan pasukannya sendiri, angkatan laut dan angkatan udara—dan serangkaian tanggung jawab yang berbeda. Militer paralel ini akan loyal kepada Pemerintah Republik Islam Iran, bukan kepada orang-orang Iran.

Seiring waktu, menurut laporan Congressional Research Service AS, IRGC meresap ke dalam ekonomi Iran. Sekarang organisasi tersebut memiliki bisnis mulai dari perusahaan konstruksi, perusahaan pengiriman, hingga pusat perbelanjaan dan pasar, yang beberapa di antaranya sudah dikenakan sanksi AS.

Pada 2017, direktur CIA saat itu Mike Pompeo memperkirakan bahwa IRGC mungkin mengendalikan 20 persen dari PDB Iran, tetapi jumlah aktualnya tidak diketahui.

Di Iran, sulit untuk menghindari melakukan bisnis dengan IRGC, pihak yang dikendalikan IRGC atau entitas yang terhubung dengan IRGC. Pernyataan Gedung Putih pada hari Senin mengatakan bahwa, “Jika Anda melakukan bisnis dengan IRGC, Anda akan membiayai terorisme.”

Apakah ini berlaku untuk vendor produk yang menyewa kiosnya dari bonyad (lembaga amal di Iran yang memainkan peran utama dalam ekonomi non-minyak Iran, mengendalikan sekitar 20 persen dari PDB Iran, dan menyalurkan pendapatan kepada kelompok-kelompok yang mendukung Republik Islam Iran –red) yang terhubung dengan IRGC?

Bagaimana dengan pelanggan vendor, yang mungkin warga lokal Iran atau turis asing? Apakah semua pengunjung yang datang Iran sekarang bertanggung jawab untuk menentukan kepemilikan yang sebenarnya dari setiap hotel, restoran, dan toko yang mereka datangi?

Penunjukan IRGC sebagai FTO juga tidak banyak membantu untuk membalikkan pengaruh Iran di Irak. Tetapi itu akan membuat hidup pasukan dan diplomat Amerika di Irak menjadi lebih sulit, dan itulah sebabnya banyak orang di dalam Departemen Luar Negeri AS dan Departemen Pertahanan AS menentang keputusan ini.

Dan sementara Amerika Serikat mungkin tidak bekerjasama secara langsung dengan Iran di Irak, kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk memastikan bahwa ISIS tidak bangkit kembali dan bahwa kelompok-kelompok radikal lainnya tidak mendapatkan pijakan.

Sekalipun Amerika Serikat telah mempertanggungjawabkan kebutuhan ini dalam cara negara tersebut bermaksud menggunakan penunjukan ini, jika rakyat Irak perlu memilih antara melakukan bisnis dengan Amerika Serikat, atau melakukan bisnis dengan Iran—dan mengambil risiko AS menuduh mereka memberi “dukungan material untuk terorisme”—mereka mungkin memutuskan untuk mempertahankan hubungan yang baik dengan kekuatan regional yang tidak akan menetap di sana, alih-alih dengan Washington yang tampaknya bersemangat untuk menarik diri dari wilayah tersebut.

Selain itu, milisi Syiah yang dilatih oleh dan terhubung dengan IRGC sekarang sedang diintegrasikan ke dalam, dan dibayar oleh, pemerintah Irak. Komandan IRGC-Quds Force Qassam Soleimani adalah pengunjung yang sering berkunjung ke Baghdad.

Singkatnya, para pejabat pemerintah Irak tidak punya banyak pilihan selain bekerjasama dengan IRGC.

Sejauh ini, IRGC telah membantu membangun dan mendukung Hizbullah di Lebanon. Mereka juga membantu Hamas dan Jihad Islam Palestina. Mereka berjuang atas nama Bashar al-Assad di Suriah dan mendukung kaum Houthi di Yaman. Dan mereka bertanggung jawab atas kematian puluhan tentara Amerika di Irak.

Amerika Serikat perlu melawan IRGC—dan telah bertindak dengan tepat dengan memberikan sanksi kepada puluhan individu dan entitas yang terhubung dengan, atau bagian dari, IRGC. Sanksi memungkinkan AS untuk menargetkan individu dan entitas yang secara langsung bertanggung jawab atas tindakan yang kami keberatan—dan sementara mereka berdampak pada populasi yang lebih luas, mereka tidak membuat mereka rentan terhadap tuntutan pidana.

Dan jika pemerintahan Trump berpikir bahwa mudah untuk menghindari berurusan dengan IRGC, saya sarankan bertanya kepada Trump Organization, yang menurut New Yorker telah bekerjasama dengan keluarga yang terkait dengan IRGC di sebuah gedung di Azerbaijan. Bangunan itu mengalami kerusakan besar dalam kebakaran April 2018, dan ceritanya dengan cepat tertutupi oleh berbagai kontroversi pemerintahan Trump lainnya.

Mungkin saat ini House of Representatives AS bisa—dengan semangat dari penetapan IRGC sebagai teroris—menyelidiki perusahaan-perusahaan Amerika yang mungkin secara sadar telah melakukan bisnis dengan IRGC. Dimulai dengan Trump Organization. [MMP]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed