oleh

Caleg Stres Terus Menerus Menangis di Rumah Sakit

278635_620
Sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) masih terpasang di bahu jalan di kawasan Jalan Pondok Pinang Raya, Jakarta Selatan, (6/4). Memasuki masa tenang Pemilu, sejumlah APK caleg dan parpol seharusnya diturunkan untuk menciptakan suasana yang kondusif. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Satu Islam, Kupang Kebanyakan orang tidak siap menang dan tidak siap kalah saat akan, sedang dan setelah berkompetisi.

Saat menang diekspresikan dengan euforia. Hal itu merupakan bukti tidak memiliki kesiapan mental yang cukup. Bisa dipastikan pada saat kalah akan menderita histeria dalam hari-harinya yang cukup panjang.

Ironisnya karakter yang tak memiliki jiwa yang kuat ini mengidap di jiwa-jiwa calon legislator negeri ini. Akibat tidak siap terpilih seorang caleg harus menjadi pasien di poliklinik Kejiwaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) W.Z. Johannes Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sebagaimana dilansir dari tempo.co, dua calon legislator itu mendatangi poliklinik kejiwaan di rumah sakit itu karena diduga mengalami gangguan kejiwaaan setelah kalah pada pemilu 2014, sementara uang yang dikeluarkan sudah banyak. Mereka memeriksakan kondisi kejiwaan setelah mengetahui dirinya kalah pada pemilu legislatif 9 April 2014.

Pihak rumah sakit merahasiakan identitas kedua caleg. Menurut pihak rumah sakit dua caleg itu masing-masing mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kota Kupang dan DPRD Provinsi NTT. Kedatangan mereka di poliklinik kejiwaan  itu diantar keluarga masing-masing ke rumah sakit.

“Suami saya terguncang karena sudah mengeluarkan banyak uang untuk membiayai pencalonan, ternyata tidak terpilih,” kata istri salah satu caleg yang menolak namanya ditulis, Sabtu, 12 April 2014 sebagaimana yang ditulis tempo.co.

Salah satu caleg itu terus menerus menangis saat menjalani pemeriksaan di Poliklinik Kejiwaan.

“Kasihan Bapak. Dia ditipu oleh timnya sendiri. Sudah banyak uang yang dikeluarkan. Mereka hanya mau uang,” kata salah satu anggota keluarga yang mengantar.

Setelah menjalani pemeriksaan kejiwaan dan perawatan serta diberi obat, keduanya dipulangkan. Direktur RSUD Johannes Kupang, Alfons Anapaku, enggan berkomentar soal caleg yang berobat
di rumah sakit itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed