oleh

Budaya Primordial Bisa Hentikan Penjajahan Kapitalisme di Indonesia

9d0598638e1a8739be938fqfa-6422
Dok : Go Riau

 

Satu Islam, Jakarta – Radhar Panca Dahana dalam diskusi yang ke 12 diselenggarakan oleh GSP Center (Guruh Sukarno Putra Center) di Jakarta, Minggu, 27 April 2014, yang merupakan kelanjutan diskusi ke 11 oleh nara sumber yang sama, menyampaikan, bahwa hampir tidak ada bangsa atau Negara yang dapat meraih kemerdekaan seratus persen pada era modern seperti saat ini.

Karena sistem Negara modern yang telah dimonopoli oleh kapitalisme telah membuat hampir semua Negara menjadi sangat tergantung dengan lembaga-lembaga ikon kapitalisme seperti IMF, World Bank, dan lembaga-lembaga kapitalisme lainnya.

Tema Diskusi “Merdeka Seratus Persen”. dimoderatori oleh Ayatullah, tanpa kehadiran Guruh Sukarno Putra, karena sedang menghadiri acara di luar kota yang sudah terjadwal sebelumnya.Namun Guruh Sukarno Putra mengharapkan kepada peserta diskusi GSP Center dapat lebih mengerti tentang kebudayaan Indonesia, mengerti tentang sejarah bangsa Indonesia, mengerti tentang Negara kesatuan republik Indonesia, mengerti tentang seluk-beluk Pancasila, dan yang paling utama adalah orang Indonesia harus mengerti kenapa kita menjadi bagian dari Indonesia.

Negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan dan Negara-negara Uni- eropa adalah Negara-negara yang juga tidak bisa melepaskan diri dari jeratan sistem perekonomian yang dikendalikan oleh lembaga-lembaga ikon Kapitalisme tersebut, bahkan Amerika Serikat sebagai Negara ikon Kapitalisme pun menjadi Negara yang sangat tergantung dengan lembaga-lembaga ikon kapitalisme yang sebenarnya hanya dikuasai oleh segelintir orang saja tersebut.

Pada saat ini, hanya Negara Republik Rakyat China (RRC) saja yang bisa keluar dari jeratan lembaga-lembaga kapitalisme dan simbol dari penjajahan di era modern tersebut. Dan RRC berhasil melawan hegemoni Kapitalisme Barat dan antek-anteknya tersebut karena mereka mempertahankan tradisi budayanya sendiri dalam menjalankan kehidupan negaranya. RRC meskipun menjalankan kapitalisme tetapi kapitalisme yag mereka jalankan tetap berlandaskan kepada budaya mereka sendiri, yang budaya tersebut telah berjalan dan kurang lebih selama 7000 tahun.

Bangsa Indonesia dengan kekayaan di segala bidangnya sangat potensial seperti bangsa China untuk melawan hegemoni penjajahan kapitalisme di era modern. Dan salah satu cara yang sangat efektif adalah dengan mengembalikan budaya primordial kita masing-masing. Orang Jawa harus mempertahankan secara baik kebudayaan jawanya, Orang Sunda harus mempertahankan secara baik kebudayaan sundanya, Orang Madura harus mempertahankan secara baik kebudayaan maduranya, dan semua suku dan etnis di tanah air harus dapat mempertahankan secara baik kebudayaannya masing-masing.

Kapitalisme yang menghendaki keseragaman selera setiap manusia agar mereka dapat dengan mudah menawarkan produknya akan gampang kita kalahkan apabila kita dapat melestarikan kebudayaan kita masing-masing. Mereka akan kesulitan dalam memonopoli perekonomian di tanah air jika menghadapi kemajemukkan kebudayaan bangsa Indonesia yang terkenal sangat beragam tersebut.

Kita perlu strategi perang baru. Bangsa Indonesia perlu melakukan konsensus untuk menentukan musuh bersama, dan dalam melakukan peperangan baru tersebut bangsa kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan semangat bambu runcing. Perlu energi ekstra beberapa kali lipat dari energi perang yang kita lakukan sebelumnya. Bukan hanya sekedar harta dan nyawa saja yang perlu kita korbankan, tapi lebih dari itu harus siap kita korbankan untuk dapat meraih kemenangan dalam peperangan pada era sekarang ini.

Bagi Radhar, bukanlah mengajak para peserta diskusi untuk apatis terhadap kondisi bangsa ini, namun lebih dari itu adalah, sudah seharusnya bagi bangsa Indonesia untuk sadar akan potensi yang dimilikinya dan dapat terus eksis dengan segala potensi tersebut. Dan tidak ada alasan bagi warga bangsa ini untuk pesimis melihat kondisi bangsa, karena memang pada dasarnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang punya sejarah peradaban yang tinggi dan tidak mudah tunduk terhadap penjajahan oleh bangsa lain.
Bagi Ahmad Samantho salah peserta melihat yang di ungkapkan Radhar sangat berkaitan dengan fakta-fakta yang ditemukannya dalam penelitian yang banyak ia lakukan selama ini. Hasil diskusi ini perlu disebarkan ke masyarakat luas, meskipun bagi sebagian kalangan pengetahuan-pengetahuan tersebut hanya sebagai mitos belaka.

Radhar Panca Dahana sebagai narasumber, seorang budayawan dan juga seorang wartawan senior media terkemuka nasional telah memberi pencerahan, pengetahuan yang baru dan banyak memberikan masukan yang sangat berarti, terutama bagaimana kita semua dapat menjadi lebih baik dalam berbangsa, demikian kesan para peserta diskusi GSP Center. (luwurayanet)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed