oleh

Breaking: Militan Boko Haram Membunuh 65 Warga Sipil Nigeria

Militan Boko Haram menewaskan sedikitnya 65 orang dalam sebuah acara pemakaman di Nigeria timur laut, kata para pejabat pada Minggu (28/7). Mereka merevisi jumlah korban yang sebelumnya dikatakan 23.

“Enam puluh lima orang tewas dan 10 terluka,” kata Muhammed Bulama, kepala pemerintah setempat. Bulama mengatakan dia menduga serangan itu merupakan balasan atas pembunuhan 11 pejuang Boko Haram oleh penduduk desa dua pekan lalu.

Pekan lalu menandai 10 tahun kebangkitan pemberontakan Boko Haram di Nigeria. Pemberontakan itu telah menewaskan lebih dari 30.000 orang, menyebabkan jutaan orang mengungsi dan menciptakan salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Para ekstremis itu diketahui kerap menculik anak-anak sekolah perempuan serta memaksa pemuda pemudi melakukan aksi bom bunuh diri di pasar, masjid dan tempat ramai lainnya.

Kelompok pemberontak itu, yang mengusung ideologi wahabi ekstrem dan menentang pendidikan gaya Barat, telah menentang klaim pemerintahan Presiden Muhammadu Buhari bahwa pemberontakan telah dihancurkan. Kekerasan juga telah melebar ke negara tetangga, seperti Chad, Niger dan Kamerun.

Serangan kelompok militan Boko Haram di sebuah area pemakaman di Nigeria menewaskan 65 orang, naik tiga kali lipat dari laporan awal. Serangan terjadi di sebuah desa yang berada dekat dengan Maiduguri, ibu kota dari Nigeria.

“Korban tewas mencapai 65 orang, dan 10 lainnya terluka,” kata ketua pemerintah daerah setempat, Muhammed Bulama, dikutip dari AFP, Minggu 28 Juli 2019.

Bulama mengatakan laporan awal menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 20 orang. Serangan terjadi saat puluhan orang sedang menghadiri sebuah acara pemakaman.

Bunu Bakar Mustapha, pemimpin dari kelompok milisi anti-Boko Haram, mengonfirmasi kepada AFP mengenai jumlah korban tewas. “Ada 23 orang yang dibunuh saat mereka kembali dari pemakaman. Sementara 42 orang lainnya dibunuh saat mereka mencoba mengejar para teroris,” tutur Mustapha.

Jurnalis AFP di lokasi kejadian melihat sejumlah rumah yang dibakar dekat lokasi kejadian. Bulama menilai serangan ini merupakan balasan atas tewasnya 11 militan Boko Haram oleh warga setempat dua pekan lalu.

September tahun lalu, Boko Haram membunuh delapan orang dan mencuri hewan ternak dari dua desa. Pembunuhan dilakukan saat masyarakat setempat mencoba menghentikan aksi pencurian ternak.

Boko Haram telah beraksi selama lebih kurang satu dekade dalam upaya menggulingkan pemerintah Nigeria. Sepak terjang Boko Haram telah menewaskan sekitar 27 ribu orang, dan membuat lebih dari dua juta lainnya kehilangan tempat tinggal.

Serangan demi serangan tetap dilakukan Boko Haram meski pemerintah Nigeria mengklaim telah berhasil menumpas grup ekstremis tersebut. Boko Haram dinilai telah terbagi dua faksi, yakni loyalis tokoh pemimpin Abubakar Shekau dan afiliasi kelompok Islamic State (ISIS).

Grup Shekau cenderung menyerang target-target ‘lembut’ seperti warga sipil, sedangkan afiliasi ISIS sejak tahun lalu berusaha membunuh personel militer Nigeria.

Juni lalu, 30 orang tewas dalam tiga bom bunuh diri yang ditujukan kepada sekelompok penggemar sepak bola di Konduga. Serangan tersebut dianggap dilakukan Boko Haram faksi Shekau.  [VOA/AFP/CNN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed