oleh

Bahrain Bela Israel atas Serangan di Suriah dan Irak

Menteri Luar Negeri Bahrain, Khalid bin Ahmed Al Khalifah menyebut keputusan Israel untuk menyerang basis-basis Iran di Suriah dan Irak adalah sebuah bentuk pembelaan diri. Dia menyebut, Iran telah menjadi ancaman serius di kawasan.

Melalui akun Twitternya, Khalid mengatakan, Iran telah menebar ancaman serius di kawasan, dengan memberikan dukungan pada kelompok-kelompok militan di Timur Tengah, salah satunya adalah Houthi.

“Iran adalah pihak yang telah menyatakan perang terhadap kita, dengan Korps Garda Revolusi (IRGC), tangan kanannya Lebanon, Pasukan Mobilisasi Populernya (PMU) di Irak, pasukan Houthi di Yaman dan lainnya,” ucapnya.

“Jadi orang yang menyerang dan menghancurkan tumpukan amunisi mereka tidak bisa disalahkan. Itu membela diri,” sambungnya, seperti dilansir PressTV pada Kamis (29/8).

Pernyataan Khalid ini mendapat kecaman keras dari pemerintah Irak. Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan mereka menolak dan mengutuk pernyataan yang dilontarkan oleh Khalid, khususnya yang terkait dengan PMU.

Kementerian Luar Negeri Irak menyebut PMU bersama dengan pasukan militer Irak telah bahu membahu membela tanah air mereka dari kelompok teroris. “Mereka mempertahankan tanah suci kami dan membuat pengorbanan besar untuk membebaskan kota-kota Irak, dan untuk mengalahkan ISIS,” kata kementerian itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed