oleh

Badan Intelijen Australia Batalkan Paspor Warga Muslim

0.89645000-1386489301-ok-Spy20Aust20Syria2016.443Satu Islam, Sydney – Australian Security Intelligence Organisation (ASIO) membatalkan paspor sekitar 20 warga Muslim Australia karena khawatir akan berpartisipasi dalam konflik di Suriah dengan motivasi kekerasan politik, namun seorang pengacara asal Sydney mempersiapkan pengajuan gugatan ke Mahkamah Agung Australia.

Pengacara Zali Burrows mengungkapkan bahwa 15 orang yang passportnya dibatalkan tersebut sudah melakukan pendekatan kepada dirinya.

Menurutnya belasan warga Muslim Australia ini menerima surat dan diminta untuk menyerahkan paspornya dengan alasan resiko keamanan yang bisa merugikan mereka.

Pembatalan paspor dilakukan ASIO menyusul langkah Kepolisian Ferderal Australia (AFP) yang mendakwa dua warga Muslim dengan tuduhan percobaan berpartisipasi dalam konflik Suriah.

Hingga kini diketahui terdapat empat warga Australia tewas dalam konflik Suriah, sementara ASIO menyampaikan paling tidak sekitar 100 warga Australia aktif terlibat dalam bentrokan bersenjata Suriah.

Pengacara Zali Burrows juga menyampaikan kekhawatiran warga Australia yang passportnya dibatalkan dan dia tidak mengetahui kalau mereka ingin berpartisipasi dalam konflik Suriah.

“Pada dasarnya mereka dituduh sebagai teroris atau hendak bepergian ke luar negeri dengan maksud bergabung dalam perang jihad, atau dengan alasan lainnya,” kata Burrows.

Menurutnya beberapa dari mereka adalah anak anak muda yang ingin berliburan ke Bali dan bahkan sudah merencanakan perjalanan yang pendek, sedangkan lainnya hendak mengunjungi keluarganya yang sakit.

Salah seorang dari mereka yang bernama Abu Bakar, 19 tahun, kepada Fairfax mengungkapkan bahwa mereka menjadi target karena berbicara tentang kekerasan terhadap kaum Muslim.

“Dalam surat 10 halaman itu dikatakan kalau saya memiliki mental jihad, saya tidak pernah didekati oleh ASIO untuk membicarakan soal ini,” tuturnya. “Kami diperlakukan tidak adil. Rekam jejak saya bersih. Saya bukan kriminal,” tegas Abu Bakar.

ASIO mengatakan dapat membatalkan paspor dengan alasan keamanan dan menahan paspor merupakan cara penting untuk mencegah Australia dari sebuah tindakan membahayakan keamanan nasional.

 

Sumber : Republika

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed