oleh

Atase Kebudayaan Iran : Pemikiran Gus Dur Harus Mendunia

_MG_0333Satu Islam, Jakarta – Atase kebudayaan Iran Mr. Ebrahimiyan sebagai Keynote Speaker pada acara diskusi Forum Jum’at yang diselenggarakan Gusdurian mengatakan siapapun yang hadir di acara ini adalah orang-orang yang setuju pemikiran KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pada acara yang bertajuk “Titik Temu Sunni-Syiah” di Wahid Institute Jakarta, Jum’at malam 7 Februari 2014 tersebut, Ebrahimiyan mengatakan alasannya  menghadiri undangan Gusdurian adalah untuk menggali pemikiran Gus Dur.

“Orang-orang yang sezaman dengan Gus Dur bisa sempat tahu pemikiran Gus Dur,” Ujar Ebrahimiyan dengan bahasa Persia yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Ia mengaku Gus Dur merupakan sosok yang besar, pemikirannya tinggi dan mendunia, tak terbatas geografi maupun masa tertentu.

Ia melanjutkan, di dunia ini upaya untuk menyingkap pemikiran orang-orang besar  seperti Imam Khomeini dan Gus Dur, selanjutnya dikenalkan kepada umat manusia demi tegaknya nilai-nilai kemanusiaan.

Lebih lanjut Ebrahimiyan mempertanyakan tentang apa-apa yang dihadapi dunia Islam saat ini. Menurutnya Indonesia sebagai negara terbesar di dunia Islam yang mewakili kalangan Alussunnah waljamaah merupakan potensi dalam menghadapai tantangan zaman.

Ia melanjutkan musuh-musuh Islam sangat aktif menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Mereka punya jurus-jurus yang ampuh untuk memecah belah kaum Muslimin. Dari total jumlah umat Islam yang mencapai 2.1 milyar, 250 jutanya dari Salafi Takfiri.

“Keberadaan Salafi takfiri sangat membantu musuh-musuh Islam mencapai target-target mereka”, Paparnya.

Menurutnya saat ini takfiri memusuhi Syiah dan akan melanjutkan agendanya ke kalangan Sunni dan pada tahapannya nanti seluruhnya akan dikafirkan. Yang menjadi hal penting adalah persatuan dan kesatuan umat Islam Sunni-Syiah.

Lebih jauh Ebrahimiyan pada kesempatan itu dihadapan ratusan orang yang hadir menyampaikan kekagumannya kepada lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.

“Kandungan lagu Indonesia Raya memiliki spirit yang mendoakan kelanggengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya memahami jiwa dan hati dikorbankan untuk kelanggengan bangsa Indonesia,” paparnya.

Pada acara tersebut Ebrahimiyan menyampaikannya sebelum acara diskusi dimulai yang menghadirkan KH. Masdar Farid Mas’udi dari Sunni dan KH. Jalaludin Rakhmat dari Syiah. Acara tersebut dimoderatori oleh Zuhairi Misrawi. Sebelumnya ditampilkan kebudayaan Iran dengan menghadirkan lantunan lagu-lagu yang dibawakan grup Nasyid asal Iran “Zarb Ava”.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed