oleh

AS Kirim Ribuan Pasukan Tambahan ke Timur Tengah, Iran: Kami Tenggelamkan

Kabar bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah telah memicu kemarahan Iran. Seorang penasihat komando militer Iran bahkan mengatakan, mereka akan menenggelamkan kapal-kapal dan pesawat AS hingga dasar laut. Sebelumnya AS mengumumkan bahwa mereka telah mengirimkan sektiar 1.500 pasukan ke Timur Tengah untuk melawan Iran di tengah eskalasi konflik di antara kedua negara.

Oleh: Palko Karasz (The New York Times)

Para pejabat Iran kecam Amerika Serikat pada Sabtu (25/5) setelah pemerintahan Trump mengatakan akan mengizinkan penjualan senjata ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania dan mengerahkan sekitar 1.500 pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk melawan Iran.

“Jika mereka melakukan kebodohan sekecil apa pun, kami akan menenggelamkan kapal-kapal ini ke dasar laut bersama awak dan pesawat mereka menggunakan dua rudal atau dua senjata rahasia baru,” Jenderal Morteza Qorbani, seorang penasihat komando militer Iran, mengatakan kepada kantor berita Mizan pada hari Sabtu (25/5).

Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, juga mengatakan kepada kantor berita negara IRNA bahwa langkah untuk mengirim pasukan ke Timur Tengah adalah langkah yang “sangat berbahaya dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional.”

“Ini harus diatasi,” Zarif menambahkan.

Kesepakatan senjata yang tertunda telah menuai kritik tajam dari anggota parlemen Amerika yang marah atas kematian warga sipil akibat kampanye udara yang dipimpin Saudi di Yaman. Para analis mengatakan bahwa para pejabat Iran cenderung melihatnya sebagai kemunduran lebih lanjut dalam hubungan antara kedua negara, yang sudah semakin memburuk sejak keputusan Presiden Trump tahun lalu untuk meninggalkan kesepakatan nuklir Iran.

Menanggapi keputusan itu, alih-alih keluar dari kesepakatan, yang masih didukung oleh negara-negara Eropa, Presiden Hassan Rouhani dari Iran bulan ini mengumumkan serangkaian langkah kecil untuk melanjutkan produksi nuklir berdasarkan perjanjian. Gedung Putih kemudian mengumumkan sanksi tambahan pada sektor baja, aluminium, besi dan tembaga Iran, menyumbang 10 persen dari ekspor negara itu.

Peningkatan pasukan Amerika jauh lebih sedikit dari 20.000 pasukan yang diinginkan para komandan Amerika Serikat di wilayah itu. Ini termasuk 600 tentara yang penempatannya akan diperpanjang, di samping 900 pasukan yang baru dikirim ke Timur Tengah.

Di bawah rencana Gedung Putih yang direvisi setelah tekanan garis keras yang dipimpin oleh John R. Bolton, penasihat keamanan nasional presiden, jika Iran ingin mempercepat pekerjaan pada senjata nuklir, pejabat pertahanan AS akan mengirim sebanyak 120.000 tentara ke Timur Tengah.

Namun, Trump―yang sangat ingin melepaskan diri dari zona konflik di Timur Tengah―dipandang tidak mungkin untuk menambah pasukan lebih dari 100.000, dan Iran cenderung membesar-besarkan keberhasilannya ketika menyangkut persenjataan canggih, menurut para ahli.

Di tengah apa yang dikatakan banyak orang sebagai gema dari perang Irak pada tahun 2003, seruan-seruan telah diintensifkan Trump untuk meninggalkan prospek konflik dengan Iran. Terperangkap antara Amerika Serikat dan berusaha menjaga kesepakatan nuklir Iran tetap hidup, sekutu Eropa juga telah menyuarakan oposisi terhadap konflik tersebut.

Dan beberapa hari yang lalu, Trump sendiri berusaha menahan konfrontasi terbuka, mengatakan kepada wakil menteri pertahanan, Patrick M. Shanahan, bahwa ia tidak ingin berperang dengan Iran.

Memanasnya konflik ini terjadi seminggu setelah tanda-tanda kecil eskalasi. Para pejabat Amerika Serikat memberikan bukti bahwa Iran telah mengeluarkan rudal dari kapal-kapal kecil, yang telah dipandang sebagai ancaman potensial bagi kapal-kapal angkatan laut Amerika di Teluk Persia dan perairan terdekat.

Namun pada hari Jumat (24/5), pejabat Departemen Pertahanan menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran menyerang empat kapal tanker minyak di Teluk Oman. [MMP]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed