oleh

AS akan Bentuk Koalisi ‘Iblis’ di Teluk Persia, Iran Ancam Kelangsungan Hidup Israel

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengecam pembentukan koalisi keamanan maritim Amerika Serikat (AS)-Inggris di Teluk Persia yang mereka sebut sebagai “koalisi iblis”. Pemimpin IRGC, Mayor Jenderal Hossein Salami, mengatakan koalisi itu akan membahyakan kelangsungan hidup Israel.

Menurut Jenderal Salami, kehancuran Israel tak terelakkan jika AS dan sekutu regionalnya memilih untuk memulai perang baru dengan Teheran.

“Musuh tahu bahwa setiap perang baru membahayakan kelangsungan hidup rezim Zionis, dan akan diikuti oleh keruntuhannya yang tidak dapat dielakkan,” katanya merujuk pada Israel ketika berbicara pada pertemuan militer di provinsi Kermanshah, Iran barat, pada hari Kamis (8/8/2019).

“Zionis dan beberapa sekutu mereka tidak menunjukkan keinginan untuk berperang hari ini karena mereka tahu bahwa jika itu terjadi, itu akan pindah ke tanah mereka,” ujar Salami, dikutip kantor berita IRNA.

Menurut komandan IRGC tersebut, musuh Iran sudah tahu bahwa pasukan penentang telah dibentuk di Suriah, Lebanon, Palestina, dan di tempat lain yang dapat mengancam mereka jika terjadi konflik.

Dalam pertemuan tersebut, Salami terang-terangan meledek koalisi keamanan maritim AS-Inggris di Teluk Persia dengan sebutan “koalisi iblis”. “Iran sudah terlibat dalam perang dengan kekuatan besar Barat, menghadapi tekanan politik dan ekonomi maksimum, operasi psikologis, serangan budaya, perampasan ekonomi, dan bahkan ancaman keamanan dan intimidasi militer,” katanya.

Pada hari Selasa, media Israel melaporkan bahwa Tel Aviv telah setuju untuk bergabung dengan pembentukan koalisi yang dipimpin AS di Teluk setelah Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz bertemu dengan para pejabat tinggi yang tidak disebutkan namanya dari Uni Emirat Arab untuk membahas ancaman Iran.

Awal tahun ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengusulkan penggelaran aset-aset Angkatan Laut Israel ke rute-rute potensial penyelundupan minyak Iran untuk memblokir negara itu dari upayanya menghindari sanksi AS.

Sebelum IRGC, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga mengecam pembentukan koalisi baru pimpinan AS dan Inggris untuk operasi di Teluk Persia. Dia bersumpah bahwa Iran akan melindungi 2.400 garis pantai dan menjamin kebebasan navigasi di wilayah tersebut. [SINDO]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed