oleh

Armenia Peringati 100 Tahun Genosida 1,5 Juta Rakyatnya

peringatan-genosida-armenia
Para pemimpin dunia hari ini mengenang 100 tahun genosida rakyat Armenia oleh tentara kekaisaran Ottoman Turki. – Foto: Reuters

Satu Islam, Yerevan – Armenia, Jumat 24 April 2015, memperingati 100 tahun pembantaian 1,5 juta warga negeri itu oleh militer Kekaisaran Ottoman  atau Khilafah Turki Utsmani di tengah ketegangan diplomatik setelah Turki menolak mengakui peristiwa itu sebagai sebuah genosida.

Di ibu kota Yerevan, Presiden Serzh Sarkisian dan ibu negara Rita Sarkisian meletakkan karangan bunga di kaki monumen peringatan setinggi 44 meter, yang melambangkan kelahiran kembali bangsa Armenia.

Ratusan ribu warga Armenia bergabung dalam prosesi di tugu peringatan genosida, sebuah “landmark” yang paling banyak dikunjungi di negeri itu, sambil membawa lilin dan bunga untuk diletakkan di dekat sebuah api abadi di monumen yang dibangun pada tahun 1967.

Peringatan itu juga dihadiri sejumlah pemimpin dunia yang ikut berkumpul di Ibu Kota Armenia, Yerevan. Selama beberapa menit, para pemimpin dunia mengheningkan cipta untuk menghormati 1,5 juta korban genosida di Armenia.

Presiden Rusia, dalam pidatonya di Yerevan menyatakan bahwa, Rusia mengecam genosida. ”Posisi Rusia (terhadap pembantaian rakyat Armenia) adalah dan tetap konsisten; kami selalu menganggap bahwa pembunuhan massal tidak dapat dibenarkan,” kata Putin, seperti dilansir Russia Today.

Tak banyaknya kepala negara di dunia yang menghadiri upacara itu, menandai minimnya konsensus internasional terhadap upaya Armenia agar dunia mengakui peristiwa pada 1917 itu sebagai sebuah genosida.

Sejauh ini hanya 20 negara, termasuk Perancis dan Rusia, yang mengakui genosida warga Armenia oleh Ottoman Turki, sebuah definisi yang banyak didukung para sejarawan. Namun, banyak pemimpin dunia enggan menyinggung Ankara terkait dengan masalah ini.

Genosida itu terjadi tahun 1915. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, enggan mengakui leluhur bangsanya pernah melakukan genosida terhadap rakyat Armenia.

Pemerintah Jerman yang memiliki masa lalu kelam atas tragedi holocaust yang dilakukan rezim Nazi, juga menyalahkan genosida di Armenia oleh tentara kekaisaran Ottoman Turki. Pernyataan Pemerintah Jerman itu disambut baik Pemerintah Armenia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed