oleh

Arab Saudi Mematai-matai Said Agil Siradj

said-aqiel-siradj
Ketua PBNU Said Aqil Siradj memberikan keterangan kepada wartawan terkait muktamar NU di Kantor PBNU Jakarta, Jumat 3 Juli 2105. PBNU akan menggelar muktamar ke-33 di Jombang, Jatim dengan mengangkat tema Islam Nusantara, berlangsung pada 1-5 Agustus mendatang. – Foto: Antara

Satu Islam, Jakarta – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj santai saja menanggapi bocoran kawat dari Wikileaks yang menyabutkan kerajaan Saudi Arabia meminta informasi lebih lanjut atas dirinya pada kedutaannya di Indonesia karena dalam berbagai ceramahnya, ia dianggap menyerang Saudi.

“Ya, ngak apa-apa, boleh-boleh saja. Di mana-mana saya sangat getol membela Aswaja karena salafi menganggap kita ahli bid’ah. Wajar saya membela,” katanya di gedung PBNU, Jum’at 3 Juli 2015.

Ia menjelaskan ajaran Wahabisme yang menjadi ajaran resmi Saudi Arabia mengharamkan maulid nabi, memusyrikkan ziarah kubur, membid’ahkan tawassul dan amalan lainnya yang menjadi tradisi warga NU. “Ini hak kita untuk membela. Kalau kita diamkan saja gimana. Mereka dengan seenaknya hampir mengkafirkan kita,” tegasnya.

Mengenai isu ia membantu mengembangkan Syiah di Indonesia yang juga terdapat dalam salinan kawat Saudi tersebut, ia menegaskan dirinya bukan Syiah.

Terkait dengan muktamar, isu dirinya Syiah sudah berulangkali muncul dan merasa tidak perlu menanggapi.

Ahmad Sudrajat dari Biro Kerjasama Beasiswa PBNU yang juga hadir dalam konferensi press tersebut menambahkan PBNU selama masa kepemimpinan Kiai Said Aqil Siroj sama sekali tidak pernah mengirimkan mahasiswa ke Iran.

Saat kondisi Timur Tengah masih kondusif, PBNU getol mengirimkan kader terbaiknya ke Marokko, Tunisia, Suriah, Sudan dan lainnya, tetapi kini kader NU yang secara rutin dikirimkan tiap tahun dikirimkan ke daerah-daerah yang aman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed