oleh

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Para Imam Masjid

Dok : google
Dok : google

Satu Islam, Kupang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengantisipasi berbagai bentuk paham radikalisme yang dikembangkan oleh kelompok tertentu. Antisipasi ini dilakukan dengan mengumpulkan para imam masjid se-kota Kupang dan sejumlah perwakilan ormas Islam.

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad mengatakan, paham radikalisme ini dimulai dari penafsiran ajaran agama secara tekstual sehingga terjebak pada pemikiran sempit dan menganggap orang atau kelompok lain sebagai musuh. Kelompok radikal menilai kelompok lain harus dilawan bahkan harus dimusnahkan dari muka bumi.

“Dengan dalih perjuangan dan menjalankan doktrin-doktrin agama mereka bahkan menghalalkan pembunuhan terhadap orang atau kelompok lain,” katanya di Kantor PWNU NTT Kupang, Kamis (19/12), menjelang pelaksanaan seminar kebangsaan yang dihadiri para imam masjid se-kota Kupang, Ormas, dan sejumlah OKP yang terdaftar pada Kesbangpol NTT di Kupang.

Lebih lanjut beliau mengatakan, paham radikalisme yang mengatasnamakan agama tertentu sudah membius dan menjebak pada orang atau kelompok awam melalui pencucian otak dan memasukkan doktrin-doktrin yang radikal. Tindakan ini telah merusak nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.

“Demi mencegah kelompok radikal yang selalu mengatasnamakan agama, PWNU memberikan pemahaman kepada seluruh imam masjid, ormas Islam dan OKP-OKP yang ada di NTT, agar bisa menghadapi kelompok itu,” katanya.

Jamal mengatakan, aktivitas kelompok radikal perlu diantsipasi sejak dini, terutama dalam hal rekrutmen anak-anak muda dan orang-orang yang dangkal imannya.

Seperti yang dilansir dari situs berita NU Online, Dalam jumpa pers menjelang pelaksanaan seminar kebangsaan itu, turut hadir juga tokoh muslim Ir. Habib Abdussalam Alwi Al-Hinduan, Sekretaris PWNU NTT Abdullah Ulumando, Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis, Ketua PW IPNU NTT Iksan Arman Pua Upa dan Dansat Banser NTT Gulam Mansur Ibrahim.

Menurut Jamal, keterlibatan imam masjid dan Ormas maupun OKP sebagai ikon pembentukan karakter umat dalam Seminar Kebangsaan tersebut diharapkan dapat mengantisipasi radikalisme guna menciptakan tatanan kehidupan umat yang aman tertib dan beradab.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan kebangsaan bagi imam masjid dan ormas Islam yang ada di Provinsi NTT dan upaya pencegahan paham radikalisme terhadap jamaah masjid dan ormas Islam,” katanya.  Seminar juga diharapkan dapat menyatukan persepsi tentang konsep dan pelaksanaan kebangsaan dalam kehidupan beragama.

Habib Abdussalam Alwi Al-Hinduan menambahkan, munculnya berbagai aliran dalam Islam maupun agama lain disebabkan kurangnya pemahaman tentang konsep agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(ZM)

Editor: ZM
Sumber : NU Online

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed