oleh

Andai Aku Yamanis

201501261104Satu Islam – Semenjak krisis Yaman pecah, banyak orang yang memberikan perhatian kepada negara yang dikenal miskin itu. Betapa tidak, korban yang berjatuhan kebanyakan dari warga sipil yang tak terkait langsung dengan konflik politik di kawasan teluk. Krisis Yaman digambarkan seorang penyair Arab, Khalil Harb dengan narasi-narasinya yang menggugah kesadaran bahwa kedailan dan kemerdekaan merupakan nilai yang paling penting untuk diperjuangkan.

Berikut syair Khalil Harb:

لو كنت يمنيا، كنت سأسأل مليون سؤال، بعدد هذا الرصاص والقنابل التي تنهمر على رؤوس اهلنا. كنت سأدور في هذه الأرض ابحث عن اجابات، عما يواسيني، في موتي، واحتضار اولادي، او عروبتي التي أنجبتها من رحم هذه الجبال، ووأدوها في الصحراء.

Andai Aku Yamanis
Andai aku orang Yaman, aku ingin mengajukan sejuta pertanyaan sebanyak peluru dan bom-bom yang dihujankan atas kepala rakyat kami. Aku ingin mengitari bumi ini untuk mencari jawaban-jawaban tentang hal-hal yang dapat menghiburku di saat aku mati, di saat anak-anakku sekarat. Aku akan mencari jawaban tentang kearabanku yang dilahirkan oleh rahim pegunungan-pegunungan ini, namun kemudian mereka ‘menguburnya’ hidup-hidup di sahara.

لو كنت يمنيا، كنت سأحاول ان أحصي عدد الخيانات والانقلابات التي مزقتنا من صنعاء الى حضرموت وعدن. عن الرؤساء المخدوعين والمقتولين والمنبوذين والمنفيين. كنت سأسرد لكم كم مرة خرجنا بحناجرنا نهتف من اجل قضاياكم، ولم تخرجوا مرة واحدة من اجلنا، سوى من اجل التهليل لموتنا.

Andai aku orang Yaman, aku akan berusaha menghitung jumlah pengkhianatan dan kudeta-kudeta yang telah mencabik kami dari Sanaa ke Hadramaut hingga Aden, dan (menghitung) jumlah kepala-kepala (negara) yang tertipu, terbunuh, tercampakkan dan terusir.
Aku akan uraikan tentang berapa kali kami berdemonstrasi memekikkan  dukungan atas hak-hak kalian, dan kalian tak satu kalipun turun ke jalan demi mendukung kami selain merayakan kematian kami.

كم مرة، يا ابن عمي، كنا نهديكم وردة، او صرخة، من اجل فلسطيننا ولبناننا وعراقنا ومصرنا وجزائرنا، فتهدوننا جنازات لاولادنا وعلمائنا وشعرائنا واحلامنا؟ كم مرة؟

Hai saudara Arabku, berapa kali kami mempersembahkan untukmu ‘bunga mawar’ maupun ‘teriakan’ demi Palestina kita, Lebanon kita, Irak kita, Mesir kita dan Aljazair kita, sementara kalian meenghadiahkan kepada kami jenazah anak-anak kami, ulama-ulama kami, penyair-penyair kami dan mimpi-mimpi kami? Berapa kali?

كم مرة، قاتلنا معكم، وقتلنا برصاصكم؟ كم مرة بكينا، صرخنا وهتفنا لكم اننا يمنيون ومؤمنون ونحن معكم «مثل الجسد، إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسّهر والحمى». كم مرة، كنا يمنيين، وكنتم تردون لنا حبنا هذا، شوكا وصلبانا ودروب جلجلة؟

Berapa kali kami berperang bersama kalian, membunuh (musuh) dengan peluru-peluru kalian? Berapa kali kami menangis, berteriak untuk (membela) kalian?  Kami bangsa Yaman, senantiasa bersama kalian, yang selalu menganggap kalian laksana satu kesatuan raga; bila salah satu organnya mengeluhkan nyeri, maka seluruh tubuhnya pun menggigil dan demam.

Berapa kali, kami berpihak kepada kalian, membela kalian, namun kalian malah membalas cinta kami, dengan duri-duri jalan-jalan terjal..

كم مرة ذهبنا اليكم، الى خنادقكم وقضاياكم وآمالكم، ومتنا معكم، ومن اجل اوطانكم واطفالكم وروابيكم وقدسكم، فنبذتم اولادنا من مدارسكم، وعمالنا من مصانعكم ومزارعكم؟ او ارسلتم لنا انقلابا، او تمردا، او ….. مذبحة؟

Berapa kali kami datangi kalian dan bergabung dalam parit-parit kalian serta berbagi derita dan cita-cita kalian? Kami mati bersama kalian demi tanah air kalian, anak-anak kalian, demi Yerusalem kalian, tapi kalian usir anak-kami dari sekolah-sekolah kalian, buruh-buruh kami dari pabrik-pabrik kalian dan ladang-ladang kalian?
Kalian kirimkan kepada kudeta, pemberontakan atau… genosida?

لو كنت يمنيا لسألتكم، كم مرة احتضناكم حتى ضفاف الروح، ثم جئتم الينا سياحا تكتفون باقتناء تماثيل لمنازلنا الاثرية المزركشة، وخناجرنا، والانتشاء بـ «القات»، وسيلتنا الدفينة من اجل النسيان قليلا، من اجل سلواكم

Andai aku orang Yaman, pasti aku tanya berapa kali kami rawat dan tampung hingga orang-orang lemah jiwa dari kalian, lalu kalian kembali datang sebagai pelancong-pelancong merampas arca-arca dari rumah-rumah artefak kami yang amat berharga, sementara mulut-mulut kami mengunyah “gat” yang kami jadikan sebagai benda pelupa sejenak demi menyenangkan kalian.

منذ متى ونحن نتقلب بين وجع ووجع. لم يكن سد مأرب، نكبتنا الاولى ولا بلقيس ملكتنا الوحيدة ولا الابجدية هديتنا الاولى للانسانية. نزفنا نحن، ما بين ملكية وامامية وقبلية واشتراكية وجمهورية…. وهديتمونا موتا وارهابا وافكارا ملوثة

Sejak kapan, sementara kami berpindah dari bencana ke prahara, Benteng Ma’rib bukanlah bencana pertama kami, Bilqis bukanlah satu-satunya ratu kami. Huruf abjad (alfabet Arab) bukanlah karya pertama kami untuk umat manusia. Derita berdarah kami, berkisar antara aristokrasi, imamah, tribalisme hingga sosialisme dan republik.

Sementara kalian suguhkan kematian, teror dan pikiran-pikiran kotor.

ألم يحن زماننا بعد يا ابن عمي؟ الا يجوز لنا ان نكون ما نريد ان نكون؟ ان نجرب «سيادتنا» التي تاه كثيرها في صحراء الشمال؟ ألم يحن موسمنا لننجو من غدر خناجركم؟

Saudara serumpunku! Apakah masa kami belum tiba? Tidak bolehkah kami menjadi seperti yang kami kehendaki? Tidak bolehkah kami mencoba kedaulatan kami yang sebagian besarnya tersesat di gurun Utara? Belum tibakah musim kami untuk selamat dari belati-belati kalian?

فيا اهلنا .. يا عروبتنا .. يا ارثنا ويا بأسنا. لم يحن موتنا بعد… غدا سنصعد الى الجبال. الى قمة النبي شعيب. من هنا، عند اعلى ما يكون، وارقى ما يكون في هذه الجزيرة العربية. سأكون يمنيا، كما انا منذ قرون، سيدا مقاتلا حرا واصرخ وانا حي ملء حنجرتي وأنا أرى مشهدكم الممتد خلف هذه العاصفة: «تبا لكم».

Hai bangsa kami, hai peradaban Arab kami, hai mustika dan praha kami! Belum tiba masa kematian kita. Besok kita akan mendaki pegunungan, ke puncak Nabi Syuaib. Dari sini di pemuncak tertinggi di semenanjung Arab ini, aku akan menjadi Yamanis. Seperti dulu sejak beberapa abad silam, sebagai ksatria pelaga yang merdeka, akan berteriak aku hidup dengan napas yang memenuhi rongga leherku. Aku menyaksikan akibat-akibat perbuatan kalian yang terhampar dari balik “Badai” ini. Celakalah kalian!

Diterjemahkan oleh : Yanda Sadra

Sumber: Assafir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed