oleh

Al-Qaeda Deklarasikan Perang Dengan Faksi Islam Lain

336926_Syria-militantsSatu Islam, Tehran – Para pemberontak Suriah dukungan Barat rupanya kian tercerai berai, beberapa insiden internal sering menimpa mereka. Belum lama insiden al-Qaeda memenggal kepala Komadan batalyon pemberontak anti-pemerintah karena dianggap murtad, kini kelompok al-Qaeda, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIL) menyatakan perang terhadap kelompok-kelompok pemberontak lainnya di Suriah.

Mengutp laporan Press TV Kamis, 28 November 2013,  Pengumuman ISIL itu menyikapi terbentuknya  Front Islam baru hasil koalisi beberapa faksi pemberontak Islam yang menolak kehadiran al- Qaeda di Suriah.

Menurut laporan media, Abu Ubaida al-Adam, gembong  ISIL, untuk merespon lahirnya front Islam baru, pihaknya mengeluarkan fatwa yang mengizinkan penghalalan darah  atas seluruh anggota Front Islam.

Front Islam baru untuk Timur Tengah ini dibentuk sebelum bulan November, ikut gabung juga ke dalamnya  enam faksi utama para pemberontak yang telah lebih dulu adu senjata dengan pasukan pemerintah Presiden Suriah Bashar al- Assad.

Persaingan antar pemberontak ini pernah diumukan sebelumnya, sebuah kelompok yang mengaku Brigade Badai Utara pada bulan September lalu  menyatakan perang dengan ISIL.

Pengumuman Brigade Badai Utara terjadi pada saat  setelah pemberontak ISIL menyerang kota Azaz, 5 km dari perbatasan Suriah – Turki pada tanggal 18 September, yang menewaskan sedikitnya lima laskarnya.

Suriah telah dicengkeram oleh pagelaran horor yang mematikan sejak Maret 2011.

Sebuah studi dari lembaga pertahanan Inggris,  menyatakan ada sekitar seribu faksi  dari 100 ribu personel pemberontak  yang menebar jala perang terhadap pemerintah Assad serta menebar aksi pembantaian bagi rakyat Suriah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed