oleh

Al Jazeera Soroti Fenomena Peluang Politik Minoritas di Indonesia

201442913324907621_20
Foto : AFP

 

Satu Islam, Doha – Jaringan berita Internasional yang berbasis di Doha, Al Jazeera menyoroti perkembangan politik di Indonesia hasil dari demokrasi yang sedang dipilih untuk mencari formula politik yang terbaik di Indonesia.

Meskipun Indonesia mayoritas beragama Islam, demokrasi telah memberikan ruang kelompok minoritas bisa menduduki pada posisi teratas piramida politik di Indonesia. Melambungnya nama tokoh seperti  Basuki Tjajaja Purnama alias Ahok yang beragama Kristen di negara yang mayoritas penduduknya Muslim seperti Indonesia, dianggap fenomena yang menarik.

Apabila Joko Widodo yang saat ini Gubernur DKI Jakarta memenangi Pilpres, otomatis Ahok akan menjadi gubernur DKI Jakarta. Ia akan merupakan penganut Kristen pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Laporan Al Jazeera yang berjudul .Is political Islam rising in Indonesia? antara lain mengutip pernyataan Tamir Sukkary yang menganggap hal itu baik bagi Indonesia dan dunia Muslim secara umum. “Ini merupakan pertanda sehat bagi demokrasi di  Indonesia,” kataTamir Sukkary, ahli politik Islam dari Sacramento City College.

“Saya berharap contoh ini akan memandu jalan terhadap penerimaan dan peluang yang lebih luas bagi agama minoritas di dunia Muslim. Memang akan  memakan waktu tetapi saya optimis dan Indonesia dalam posisi yang baik memimpin ke arah sana,” lanjut  Tamir Sukkary.

Sukkary menyebut, fenomena seperti ini tidak hanya di Indonesia. Di Mesir juga ada Nabil Helmi Anees Hemaya seorang Kristen yang terpilih menjadi walikota  Mansha’at Basyoun  di Gharbia.

Al Jazeera dalam ulasannya yang mengevaluasi posisi partai-partai Islam di Indonesia setelah diumumkannya secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) perolehan suara partai-partai pada Pileg April lalu, mewawancarai sejumlah pakar di bidangnya. Mulai dari  Indonesianist, Prof William Liddle dari Ohio State  University,  Profesor Ilmu Agama pada University of California, Muhamad Ali, pengajar ilmu politik di  Australia National University, Broadlyreg Fealy selain  Tamir Sukkary sendiri.

Selain fenomena Ahok yang melesat, Al Jazeera juga menyoroti semakin pecahnya partai-partai Islam  sehingga daya tawarnya dalam perpolitikan Indonesia cenderung melemah.  Pada Pileg 2014 ini, perolehan suara partai-partai Islam. PKB, PPP, PAN dan PKS  memang mencapai  sekitar 32 persen suara. Ini naik tiga persen dibandingkan dengan Pileg tahun 2009. Namun, ironisnya, menurut Al Jazeera, berdasarkan wawancara dengan para pakar itu, posisi tawar partai-partai Islam justru tidak bertambah dan kemungkinan besar tidak bisa mengegolkan calon presiden pilihan mereka.

Menurut Al Jazeera, kelemahan partai-partai Islam di Indonesia ialah ketiadaan tokoh pemersatu. Akibatnya partai-partai itu bergerak dengan ideologi dan platform sendiri. Jika pun mereka bergabung dengan koalisi tertentu, pendorongnya lebih dikarenakan ingin mendapatkan kursi kabinet ketimbang dikarenakan adanya gagasan yang ingin diperjuangkan.(Al Jazeera/Jaring News)

Di tengah melesatnya tokoh dari golongan minoritas seperti Ahok,  Al Jazeera melihat bahwa partai-partai Islam  semakin menyadari bahwa gagasan-gagasan yang bersifat eksklusif, seperti cita-cita membangun negara Islam semakin tidak laku. Gagasan semacam ini tidak menarik minat calon pemilih. Sebaliknya, isu-isu universal seperti pendidikan dan peningkatan kesejahteraan lebih memikat konstituen.

Menurut Al Jazeera, tidak ada satu pun dari empat partai Islam yang  memperjuangkan cita-cita negara Islam dalam kampanyenya pada Pileg lalu.. Demikian juga soal ekonomi syariah, tak satu pun partai Islam yang mengusungnya sebagai tema kampanye utama.

“Tidak ada satu pun partai Islam yang lolos parliamenary threshold 3,5 persen yang mengkampanyekan doktrin Islam,” catat  said Greg Fealy,  “Ketika partai-partai ini berkampanye kepada audiens yang lebih luas, pesan mereka cukup inklusif dan universalistik, demi meraih basis pemilih yang lebih luas,” lanjut dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed