oleh

Agama yang Kita Pahami Bukanlah Agama itu Sendiri

Oleh: Faisol Farid

Satu Islam – Kunci utama menanggulangi radikalisme dan terorisme adalah menyebarkan agama yang berbasis akal sehat atau dikenal dengan istilah Logika Agama

Agama yang dibangun dengan akal sehat (logika) akan memberikan pemahaman kepada penganutnya bahwa ada agama ontologis ada agama epistemologis, ada agama sebagai wahyu yang mutlak benar dan ada agama yang kita pahami yang sifatnya relatif.

Keterbatasan yang kita miliki membuat pemahaman kita terhadap sesuatu di luar kita bukanlah sesuatu itu sendiri.

Pemahaman kita terhadap, misalnya: gunung, bukanlah gunung itu sendiri. Keterbatasan indera kita membuat ukuran, bentuk, warna gunung yang kita tangkap berbeda dengan gunung yang sebenarnya. Begitu juga pemahaman kita terhadap realitas yang lainnya di alam semesta ini.

Pemahaman kita terhadap perasaan orang lain seringkali salah, karena kita bukanlah dia. Kita seringkali sulit untuk bisa benar-benar mengetahui apa isi perasaan orang lain bahkan dengan orang sehari-hari tinggal bersama kita.

Anehnya sebagian orang meyakini bahwa pemahamannya tentang wahyu Tuhan, tentang apa yang dimaksud Tuhan sama persis dengan apa yang dimaui Tuhan! Ini parah!

Orang seperti ini meyakini bahwa pemahamannya tentang agama pasti benar, hanya dirinya/kelompoknya benar, yang berbeda dengannya pasti salah dan sesat!

Inilah sumber intoleransi. Dalam kadar yang lebih tinggi mereka akan berusaha mengeliminasi kelompok lain. Mengusir orang lain dianggap ibadah. Membunuh orang lain dianggap jalan pintas menuju surga!

Mereka tuli, bisu, dan buta
Meraka orang-orang yang tidak menggunakan akalnya

Sebarkan Toleransi
#JadilahAgenTolerans

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed